Massa PBB Minta Sambo Dihukum Mati

- Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:42 WIB
Ferdy Sambo  (ikbal muqorobin)
Ferdy Sambo (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Ratusan orang dari ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) menghadiri sidang perdana Ferdy Sambo, terdakwa pembunuh berencana terhadap Brigadir Yosua Nopriansyah Hutabarat atau Brigadir J, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi DKI Jakarta DF Ringo mengatakan, kehadiran anggota PBB di PN Jaksel untuk menghadiri proses persidangan. Adapun tuntutan dari Pemuda Batak Bersatu dari persidangan hari ini adalah Ferdy Sambo dihukum mati.

"Apa yang menjadi tuntutan kita itu adalah kecintaan anggota kita untuk ikut menyaksikan perjalanan proses pengadilan pada hari ini. Tuntutan kita adalah sesuai dengan aksi damai yang telah kita lakukan pada bulan sebelumnya, bahwa tuntutannya FS (Ferdy Sambo) dihukum mati," ujar Ringo.

Baca Juga: 10 Manfaat Berpegangan Tangan Dengan Orang yang Anda Cintai

Meski begitu, dia mengharapkan agar jaksa dan hakim dapat menegakkan proses hukuman Ferdy Sambo dkk dengan adil. "Tentu kita percayakan proses hukumnya. Kita harapkan jaksa bertindak sebagai penuntut hukum yang benar-benar sesuai fakta. Dan hakim kita harapkan benar-benar tidak pilah-pilih dalam menegakkan proses hukum di tanah air ini," harapnya

Ringo menyebutkan massa dari organisasi Pemuda Batak Bersatu mencapai 500 orang, dengan anggota yang sudah berada di kawasan PN Jaksel sebanyak 50 orang. "Sementara yang kita turunkan untuk mengawal sidang hari ini mencapai 500 orang dari seluruh Anggota Pemuda Batak Bersatu yang ada di DKI Jakarta," ungkapnya.

Meski begitu, Ringo memastikan anggota mereka tidak akan anarkis.
"Kita pastikan, organisasi Pemuda Batak Bersatu adalah organisasi non anarkis ya. Tidak anarkis. Masih taat pada komando yang kita sampaikan," ujar Ringo.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan alasan terdakwa tak memakai rompi tahanan saat diadili. "Terdakwa pada saat diperiksa dan diadili di persidangan harus dalam keadaan bebas, tidak boleh ada embel-embel atribut tahanan seperti borgol, pakaian dan lain-lain," kata Ketut Sumedana kepada wartawan, Senin (17/10/2022).

Baca Juga: Begini Alasan KPK Belum Jemput Paksa Lukas Enembe

Sumedana mengatakan, terdakwa tak memakai rompi tahanan saat diadili dilakukan demi menghormati asas praduga tak bersalah. Dia menyebut hal itu dijamin KUHAP.

Ferdy Sambo, menjadi terdakwa dalam pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Atas perbuatannya, Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pada kasus pembunuhan berencana Yosua. Safari

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sandiaga Uno Yakin Lulus Ospek PPP: Insyaa Allah

Sabtu, 10 Juni 2023 | 09:24 WIB

KPU Ungkap 19 Caleg Dinyatakan Psikopat

Jumat, 9 Juni 2023 | 10:51 WIB
X