• Sabtu, 10 Desember 2022

Di Pembukaan P20, Ketua DPR Ingatkan Tak Ada Negara yang Bisa Hadapi Gejolak Global Sendirian

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 21:19 WIB
Gelaran P20 yang merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Gelaran P20 yang merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

HARIANTERBIT.com - Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara mengenai pentingnya kerja sama global di pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20). Di hadapan pimpinan-pimpinan parlemen negara G20, ia mengingatkan tantangan global harus dihadapi secara bersama.

Gelaran P20 yang merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara juga turut hadir.

“Selamat datang di Gedung DPR RI kepada para peserta P20! Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia, dapat menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) tahun 2022,” kata Puan kepada pimpinan-pimpinan parlemen negara G20 dan tamu undangan yang hadir.

Baca Juga: Akademisi Universitas Cenderawasi Imbau Lukas Enembe Ikuti Jejak Nelson Mandela

Menurutnya, penyelenggaraan P20 bertujuan untuk menggalang kerja sama Parlemen dalam mendukung agenda dan implementasi kesepakatan G20. Khususnya, kata Puan, dalam kerangka pemulihan global, pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, dan mengatasi berbagai tantangan global lainnya.

“Kita bertemu pada momen di mana dunia baru saja menghadapi pandemi Covid-19 dan setiap negara sedang menjalankan pemulihan sosial dan ekonomi dari dampak pandemi tersebut,” ucapnya.

Puan mengingatkan, kondisi perekonomian global saat ini menempatkan setiap negara berada dalam kerentanan yang tinggi ditandai dengan lonjakan inflasi, respons kebijakan moneter, perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, serta meluasnya stagflasi. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2023.

Baca Juga: Survei Se-Jawa: Basis Pemilih Nasdem Pilih Anies, Anies-AHY Paling Berpeluang Menang

“Di samping itu, kita juga masih memiliki sejumlah agenda global untuk direspon melalui kerja-kerja nyata, antara lain isu-isu yang berkaitan dangan climate change, lingkungan hidup, ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energy, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” tutur Puan.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi IV: Hukum Jera Pelaku Kriminal Lingkungan

Jumat, 9 Desember 2022 | 20:28 WIB

MUI Kecam Perusakan dan Pembakaran Alquran di Swedia

Jumat, 9 Desember 2022 | 14:52 WIB
X