• Minggu, 27 November 2022

Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan: Gas Air Mata ‘Pembunuh’, Adili Oknum Polisi Brutal dan Copot Kapolda

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:10 WIB
Suporter masuk lapangan usai laga Arema vs Persebaya hingga terjadi kerusuhan Kanjuruhan.  (aditya)
Suporter masuk lapangan usai laga Arema vs Persebaya hingga terjadi kerusuhan Kanjuruhan. (aditya)

HARIANTERBIT.com - Aksi solidaritas untuk tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur digelar disejumlah daerah. Aksi menuntut tragedi yang menewaskan ratusan orang dan luka-luka tersebut diusut tuntas dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Juga mendesak agar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengundurkan diri dari jabatannya.

Aksi solidaritas puluhan orang yang tergabung dalam aksi solidaritas untuk tragedi Kanjuruhan di depan Mapolda DIY, Depok, Sleman, Rabu (5/10) malam, menuntut agar penyebab kematian ratusan korban di Kanjuruhan diusut tuntas dan pemerintah mengadili pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Baca Juga: Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Perjuangan TNI Jaga dan Pertahankan Kedaulatan NKRI

Peserta mengklaim aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap represifitas aparat di sejumlah peristiwa di Indonesia, termasuk dalam tragedi Kanjuruhan.

"Bentuk perlawanan dari institusi kepolisian yang hari ini ada oknum brutal dengan pentungan, gas air mata, dengan baracudanya," kata salah satu orator.

Massa memasang sejumlah lilin sebagai simbol berkabung di sepanjang tembok nama Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa di antara mereka bahkan mencoretkan tulisan 'Pembunuh' dan kalimat lainnya dengan cat pilox di sekitar nama tersebut.

"Copot Kapolda Jawa Timur, copot Ketua Umum PSSI," seru orator lain menyikapi tragedi Kanjuruhan.

Wales selaku koordinator aksi, dikutip CNNIndonesia.com, menjelaskan aksi kali ini merupakan gerakan kolektif menyikapi tragedi Kanjuruhan yang mereka anggap sebagai masalah kemanusiaan.

"Dan kita turun ke sini (Mapolda DIY) pun kami pikir bahwa ada beberapa anggota polisi diduga sebagai pelaku utama dari pada kejadian ini. Kami meminta untuk mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengesahan RKUHP Direncanakan Sebelum Masa Reses

Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB

Kata Kapolri soal Perburuan Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 | 14:12 WIB

PJR Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Bareskrim

Jumat, 25 November 2022 | 23:58 WIB
X