• Minggu, 27 November 2022

Anies Baswedan Disebut Cocok Didampingi Khofifah atau Ganjar

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.  (Instagram @aniesbaswed )
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Instagram @aniesbaswed )

HARIANTERBIT.com - Pasca Anies Baswedan resmi dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh Partai NasDem, berbagai kalangan kerap menyuarakan berbagai sosok yang dinilai pantas untuk menjadi pendampingnya. 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cocok untuk mendampingi Gubernur Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sebab, Ganjar disebut kuat di Jawa Tengah.

"Bu Khofifah juga sesuatu, Mas Ganjar juga mungkin," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, di Jakarta, Rabu 5 Oktober 2022.

Namun, Mardani mengatakan, PKS pun menawarkan sosok-sosok internal yang dinilai mumpuni dan cocok untuk mendampingi Anies pada Pilpres 2024.

"Ya kita ajukan Kang Aher, ada juga Ustaz Hidayat Nur Wahid, tapi itu masih internal dan kita lagi ingin satu, otoritas capres untuk mencari yang terbaik, harus dihargai," terangnya.

"Mas Anies kan kuat di Jawa Barat, DKI, Banten, Sumatera, tapi harus dari yang punya akar di Jateng, dan Jatim. Kalau enggak ada Jateng, Jatim, kurang," ujarnya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Oktober 2022: Virgo, Hubungan di Ambang Perpisahan

Namun, Mardani mengatakan, PKS pun menawarkan sosok-sosok internal yang dinilai mumpuni dan cocok untuk mendampingi Anies pada Pilpres 2024.

"Yang kedua, formasinya harus yang formasi menang. Jangan sampai maksain, kalau kita maksain, ya ujung akhirnya nanti belum tentu menang," tutup Mardani Ali.

Ditopang Cawapres

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin meyakini, Anies bakal lebih moncer lagi jika ditopang cawapres yang bisa menutup kelemahan pada sektor lain.

Misalnya, Khofifah bisa memperkuat suara dari pemilih perempuan sekaligus mempertegas komposisi nasionalis-religius yang selama ini menjadi citra Anies. Begitu juga nama Ganjar dan AHY  dianggap bisa melengkapi paket Anies.

Baca Juga: Akhirnya Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Ferdy Sambo Bela Putri Candrawathi

"Misalnya komposisi laki-laki dengan perempuan, Anies-Khofifah, cocok itu. Misalnya juga, nasionalis-Islam, Anies kan nasionalis-religius, cari saja tokoh NU, tokoh Islam misalkan Khofifah. Atau Ganjar, AHY punya potensi buat jadi cawapres. Yang penting Anies bisa menang," kata Ujang, di Jakarta, Rabu 5 Oktober 2022.

Sekalipun begitu, dia mengingatkan, perjodohan dalam pencapresan tidak bisa dilakukan secara asal karena harus melihat sisi ikatan (chemistry) yang kuat. Artinya dibutuhkan pertimbangan matang untuk menetapkan cawapres Anies.

Selain itu, ujar Ujang, Anies juga perlu memerhatikan elektabilitas tokoh-tokoh yang dipertimbangkan sebagai cawapres. Dengan begitu, suara yang didapatkan bisa lebih banyak dan lebih berpotensi untuk menang.

"Kalau hanya bergantung pada elektabilitas Anies, ya kurang dan rugi. Oleh karena itu, perlu cawapres dengan elektabilitas tinggi," ucap Ujang.

Baca Juga: Singgung Hubungan Joy Red Velvet dan Crush, Ryujin dan Yeji ITZY Julid?

Ujang turut menyinggung figur cawapres Anies nantinya ditentukan oleh PKS dan Partai Demokrat yang digadang-gadang bakal berkoalisi dengan NasDem.

Namun dalam acara deklarasi yang digelar Senin (3/10/2022), Ketum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies memiliki otoritas untuk menentukan cawapresnya.

"NasDem kan sudah ada Anies capres, kemudian PKS dan Demokrat, mungkin mereka yang mengusulkan nama cawapresnya," lanjut Ujang. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengesahan RKUHP Direncanakan Sebelum Masa Reses

Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB

Kata Kapolri soal Perburuan Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 | 14:12 WIB

PJR Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Bareskrim

Jumat, 25 November 2022 | 23:58 WIB
X