TGIPF Mahfud MD Investigasi Jaringan Bisnis Terkait Pertandingan Arema Vs Surabaya

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:05 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD.  (ikbal muqorobin)
Menko Polhukam Mahfud MD. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan keputusan presiden (Keppres) sebagai dasar bagi tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. Menko Polhukam yang juga Ketua TGIPF, Mahfud MD mengatakan, kepres tersebut akan dikeluarkan hari ini, Selasa, 4 Oktober 2022.

"Keppres akan dikeluarkan hari ini. Sehingga kami punya dasar untuk rapat," katanya di Istana Merdeka, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Mahfud MD menjelaskan TGIPF tragedi Kanjuruhan memerlukan keppres karena setiap institusi sudah memiliki tim investigasi sendiri. Sehingga nanti tim investigasi tersebut akan dikoordinasikan kepada TGIPF yang dibentuk Presiden.
 
 
"Misal Menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus. Lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini," jelas Mahfud. 
 
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyebut Presiden Jokowi memerintahkan agar tim TGIPF bekerja dalam waktu kurang dari sebulan. Pasalnya menurut Mahfud masalah besarnya sudah diketahui, tinggal detail peristiwa yang perlu diselidiki.
 
"Kita harus melihat lapangan. Menemui siapa yang menyaksikan siapa yang memberi komando, jaringaannya dengan siapa kok bisa jadwal pertandinngan yang diusulkan sore kok tetap malam. Itu kan ada jaringan-jaringan, jaringan bisnis, jaringan periklanan nanti kita lihat semuanya," papar Mahfud. 
 
Lebih lanjut malam nanti TGIPF akan menggelar rapat perdana. Rapat digelar untuk memahami tugas masing-masing dan pemetaan dan identifikasi masalah serta pembagian tugas.
 
"Ketika bagi tugas itu bisa memanggil orang bisa mendatangi tempat itu kan harus dibagi. Kan banyak pihak. Ada yang harus ke FIFA, ke Polri, ke desa, ke lapangan dan ada yang mempelajari peraturan perundang-undangannya," imbuh Mahfud. 
 
 
Sebelumnya kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema Malang dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Pendukung Arema turun ke lapangan usai timnya kalah dalam pertandingan tersebut. 
 
Aparat keamanan melakukan pengamanan dengan menembakkan gas air mata di dalam stadion. Terjadi kepanikan saat penonton berusaha keluar stadion. Setidaknya 125 penonton dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X