• Minggu, 27 November 2022

Irjen Nico Afinta, Lolos Pusaran Kasus Ferdy Sambo, Tersandung Tragedi Kanjuruhan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:52 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. (instagram @humaspoldajatim)
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. (instagram @humaspoldajatim)
 
HARIANTERBIT.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai menindak anak buahnya yang dinilai tidak melakukan pengamanan sesuai prosedur di Stadion Kanjuruhan Malang. Diduga akibat kesalahan prosedur tersebut tragedi Kanjuruhan yang merenggut 125 nyawa suporter terjadi. 
 
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dari dicopot. Ferli dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut selaku pimpinan. Kapolri juga mencopot sembilan anggotanya atas penembakan gas air mata di dalam stadion. Sembilan anggota tersebut berasal dari satuan Brimob. 
 
Ada satu lagi sosok yang dianggap beetanggung jawab oleh publik atas tragedi Kanjuruhan. Sosok tersebut yakni Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta
 
 
Nico dianggap publik sebagai orang yang paling bertanggujawab atas peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan selain Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat
 
Nico sempat menyatakan penggunaan gas air mata saat kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan telah sesuai prosedur pengamanan. Padahal sesuai aturan federasi sepakbola dunia FIFA, penggunaan gas air mata di dalam stadion dilarang.
 
Sebelum menjadi sasaran kritik atas tragedi Kanjuruhan, Nico sudah menjadi perbincangan di masyarakat. Dia bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra sempat terseret dalam rekayasa yang dibuat eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. 
 
 
Mereka lolos dari pusaran kasus skenario pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang disusun Ferdy Sambo setelah Kapolri menyatakan tidak ada keterkaitan tiga kepala polisi daerah itu. 
 
Sosok Nico Afinta memiliki karir yang moncer di kepolisian. Lulus Akpol pada 1992 dia kemudian bertugas sebagai Pamapta di Polrestabes Semarang pada 1993. 
 
Pada 2006 Nico mulai bertugas di Polda Metro Jaya sebagai Kanit SDA dan Lingkungan Ditreskrimsus. Karirnya terus menanjak sehingga pada 2011 dia menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. 
 
 
Tahun 2016 Nico menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Metro Jaya. Setahun kemudian dia menduduki posisi Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Pada 2019 dia juga sempat menduduki Dirtipidum Bareskrim Polri. 
 
Pada Mei 2020 pria kelahiran 30 April 1971 ini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Nico lalu dimutasi pada November 2020 menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Fadil Imran. 
 
Diketahui kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Malang dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Pendukung Arema turun ke lapangan usai timnya kalah dalam pertandingan tersebut. 
 
 
Aparat keamanan melakukan pengamanan dengan menembakkan gas air mata di dalam stadion. Terjadi kepanikan saat penonton berusaha keluar stadion. Lebih dari 120 penonton dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.***
 
 
 
 
 

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengesahan RKUHP Direncanakan Sebelum Masa Reses

Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB

Kata Kapolri soal Perburuan Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 | 14:12 WIB

PJR Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Bareskrim

Jumat, 25 November 2022 | 23:58 WIB
X