Tragedi Kanjuruhan, Copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 12:50 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. (instagram @humaspoldajatim)
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. (instagram @humaspoldajatim)

HARIANTERBIT.com - Buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka, berbagai kalangan menuntut agar Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dipecat. Juga meminta agar Ketua Umum PSSI M. Iriawan (Iwan Bule) diberhentikan.

Koordinator Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed), Erlangga Abdul Kalam menegaskan, insiden kelam yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, sangat mencederai dunia sepak bola Indonesia. Kemarahan supporter sepak bola membuktikan kepedulian mereka terhadap tim kesayangannya.

Dia meminta Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Kota, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta harus bertanggungjawab atas tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh anggotanya di Kanjuruhan Sabtu (1/10) pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Menyeramkan: Polisi Tembak Gas Air Mata, Penonton Berlarian, Sesak Napas dan Terinjak

Kesalahan juga dari pihak penyelenggara yakni PSSI. Sebab tidak bisa memastikan laga akhir pekan tersebut berjalan aman. "Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan harus bertanggungjawab," tegasnya kepada Harian Terbit, Minggu (2/10/2022).

Erlangga menuturkan, pemecatan terhadap Kapolres Malang Kota, Kapolda Jawa Timur dan Ketua Umum PSSI rasanya menjadi solusi konkrit atas kegagalan mereka dalam melakukan pengamanan terhadap sporter.

Bentuk TGPF

Hal senada disampaikan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), dr Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, menurutnya Kapolda Jatim dan Kapolresta Malang harus diberhentikan demi tegaknya presisi Kepolsian RI.

“Kami juga mendesak Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan tragedi kemanusiaan ini, hal ini penting karena nyawa adalah hak paling mendasar bagi manusia, hak asasi yang tertinggi.

KAI juga meminta ketua umum PSSI, Menpora, kepolisian untuk mengevaluasi secara totalitas penyelenggaran persepabkbolaan di Indonesia. “Kepada Presiden Jokowi kami mendesak segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mengingat lebih dari 200 nyawa melayang dalam tragedy ini.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

300 Anak Yatim Mendoakan Yusril Jadi Presiden 2024

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:06 WIB

Anies Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:46 WIB

Bharada E Penuhi Syarat Sebagai Saksi Pelaku

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:45 WIB

Sambo dan Putri Akan Divonis 13 Februari

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:43 WIB

Darurat Kasus Anak Hamil di Luar Nikah

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:22 WIB

KIB Dukung Anies : Kita Bukan Kaleng - Kaleng

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:17 WIB
X