Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

- Jumat, 30 September 2022 | 07:32 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Keynote Speech nya di Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, secara virtual dari Jakarta, Kamis, 29 September 2022.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Keynote Speech nya di Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, secara virtual dari Jakarta, Kamis, 29 September 2022.

HARIANTERBIT.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengungkapkan indeks inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2021 mencapai 83,6 persen, atau meningkat dari tahun 2020 sebesar 81,4 persen.

Namun di sisi lain, merujuk pada hasil Survei Nasional yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2019 baru mencapai 38,03 persen.

Ketimpangan tingkat literasi finansial masyarakat dengan indeks inklusi keuangan tersebut, menjadi bagian dari penyebab lahirnya beberapa skandal keuangan yang menempatkan masyarakat sebagai korban. Apalagi ada indikasi masih lemahnya pengawasan terhadap kinerja sektor jasa keuangan.

Baca Juga: Politisi Partai Golkar Papua: Lukas Enembe Harus Berjiwa Besar Jangan Menghindar Dari Hukum

"Kasus asuransi Jiwasraya, First Travel, Koperasi Pandawa Depok, berbagai investasi bodong, adalah beberapa contoh skandal keuangan yang sangat merugikan masyarakat. Satuan Tugas Waspada Investasi OJK mencatat, selama 10 tahun terakhir jumlah kerugian investasi bodong mencapai Rp. 117,5 triliun," ujar Bamsoet dalam Keynote Speech nya di Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, secara virtual dari Jakarta, Kamis, 29 September 2022.

Turut hadir antara lain, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun, Anggota DPD RI yang juga Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Ketua OJK, yang diwakili secara luring oleh Kepala Departemen Pengawasan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK, Bambang Wijoyosatrio, serta Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Kaelan.

Baca Juga: Tokoh Adat Papua: Jika Ada Korban Jiwa, Lukas Enembe Bisa Kena Denda Adat

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional, serta perkembangan ekonomi digital, harus dilihat sebagai sebuah potensi ekonomi, baik sebagai peluang investasi, alternatif sumber pemasukan negara, maupun stimulus memajukan perekonomian nasional.

Misalnya terkait besarnya pasar kripto di Indonesia yang di samping menawarkan beberapa keunggulan, juga menghadirkan tingginya faktor risiko dan oleh karena itu diperlukan sikap kehati-hatian.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

300 Anak Yatim Mendoakan Yusril Jadi Presiden 2024

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:06 WIB

Anies Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:46 WIB

Bharada E Penuhi Syarat Sebagai Saksi Pelaku

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:45 WIB

Sambo dan Putri Akan Divonis 13 Februari

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:43 WIB

Darurat Kasus Anak Hamil di Luar Nikah

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:22 WIB

KIB Dukung Anies : Kita Bukan Kaleng - Kaleng

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:17 WIB
X