• Minggu, 27 November 2022

Mengenal Sisi Lain Sulteng, Kepala Perpusnas Hadirkan Buku Ilmu Terapan

- Rabu, 28 September 2022 | 18:52 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando (ist)
Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando (ist)


HARIANTERBIT.com – Akhirnya Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, menyatakan upaya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat harus terus dilakukan. Perpustakaan di seluruh Indonesia didorong agar menghadirkan buku ilmu terapan untuk dibaca masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Central Celebes Literacy Festival 2022 dengan tema “Mengenal Sisi Lain Sulawesi Tengah melalui Transformasi Perpustakaan dan Kearsipan Digital sebagai Memori Kolektif Bangsa” yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) dan Bulan Gemar Membaca serta Peringatan 4 Tahun Bencana Alam Gempa Bumi, Tsunami dan Liquifaksi di Sulteng.Baca Juga: Babak Baru Kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo cs Segera Disidang

Dia menyebut, Sulteng dikenal sebagai daerah penyangga pangan nasional. Hasil pangan daerah, jelasnya, dapat ditingkatkan dengan menggali ilmu pengetahuan yang ada di dalam buku ilmu terapan.

“Kenapa petani padi di Vietnam dan Thailand bisa menghasilkan 10 ton per hektare? Upaya untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan di tengah-tengah masyarakat kita, ga boleh berhenti. Sebab pejabat boleh lewat, petani akan terus berkutat pada masalahnya,” jelasnya di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Rabu (28/9/2022).

Saat ini, Perpusnas mengubah paradigma perpustakaan, di mana mayoritas kegiatannya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan. Hal ini dilakukan Perpusnas melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ditegaskannya, pendidikan di perpustakaan sangat dibutuhkan karena mayoritas Indonesia tidak mengalami pendidikan tinggi.Baca Juga: Selain Mantan Jubir, Eks Pegawai KPK Ini Jadi Pembela Ferdy Sambo

“Sebanyak 90 persen masyarakat kita yang terjun sebagai kepala keluarga adalah lulusan SD, SMP, SMA yang tidak mungkin dididik melalui pendidikan formal, melainkan pendidikan perpustakaan. Perpustakaan simbol demokrasi paling mendasar di seluruh dunia. Karena di perpustakaan semua harus dilayani,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas mengapresiasi Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng yang telah menyelenggarakan kegiatan HKP dan Bulan Gemar Membaca dengan meriah. “Sekarang dunia tertuju ke Sulteng karena kekayaannya, dan yang paling membanggakan bagi kami mewakili pemerintah pusat, karena HKP dan Bulan Gemar Membaca tahun ini, paling semarak di Sulteng,” tuturnya.

Kepala Arsip Nasional RI (ANRI), Imam Gunarto, menilai terdapat rangkaian antara pustaka, arsip, literasi, dan kebencanaan. Palu dan Sulteng yang berada di ring of fire, jelasnya, membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh masyarakat agar waspada terhadap bencana. Kewaspadaan tentang bencana dapat dilakukan dengan belajar dari masa lalu.

“Kalau masyarakat mempunyai kapasitas literasi kebencanaan yang baik, maka akan terselamatkan jika terjadi bencana. Kalau kita biarkan masyarakat dalam kebutaan, maka itu sangat mencelakakan,” tukasnya.

Untuk itu, dia berharap dinas perpustakaan dan kearsipan bahu membahu dengan dinas yang membidangi masalah kebencanaan.Baca Juga: Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau Jaga Asa UMKM di Tengah Pandemi

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Pengesahan RKUHP Direncanakan Sebelum Masa Reses

Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB

Kata Kapolri soal Perburuan Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 | 14:12 WIB

PJR Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Bareskrim

Jumat, 25 November 2022 | 23:58 WIB
X