• Minggu, 27 November 2022

Polri Usut Kasus Robot Trading Mark AI yang Rugikan Korban Rp 25 Miliar

- Rabu, 28 September 2022 | 15:17 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

HARIANTERBIT.com - Bareskrim Polri tengah mengusut kasus dugaan penggelapan, penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU), di aplikasi robot trading crypto Mark AI yang dinaungi PT Teknologi Investasi Indonesia. Korban mengalami kerugian dengan jumlah kurang lebih Rp 25 miliar.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menuturkan, kasus ini berdasarkan laporan nomor LP/B/0680/XI/2021/Bareskrim Polri ter tanggal 9 November 2021. Para korban disebut berinvestasi dari Rp 500 ribu hingga Rp 9 miliar.

Baca Juga: Airlangga dan Puan, Dua Tokoh Bakal Capres Ini Direncanakan Bertemu Pekan Depan

"Hasil penyidikan sementara didapati fakta bahwa korban berinvestasi dengan nominal sekitar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 9 miliar. Dan dijanjikan akan mendapat keuntungan 1,3 persen sampai dengan 1,5 persen per hari,"ujar Ramadhan kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Ramadhan mengatakan, investasi ini awalnya lancar hingga pada 15 Oktober 2021, para korban tidak bisa menarik keuntungan. Pihak trading sempat menjanjikan akan kembali normal pada 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Survei CSIS: Golkar Terpopular di Kalangan Pemilih Muda Dibanding PDIP, Gerindra, dan Demokrat

"Namun sampai saat ini korban tidak bisa mencairkan keuntungan. Atas kejadian tersebut para korban mengalami kerugian yang cukup besar yaitu mencapai angka Rp 25 miliar. Saat ini masih terus dilakukan proses penyidikan," ungkapnya.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. Kemudian Pasal 378 dengan ancaman hukuman penjara juga maksimal 4 tahun dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengesahan RKUHP Direncanakan Sebelum Masa Reses

Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB

Kata Kapolri soal Perburuan Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 | 14:12 WIB

PJR Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Bareskrim

Jumat, 25 November 2022 | 23:58 WIB
X