• Jumat, 9 Desember 2022

Lieus Sungkharisma Minta KPK Fokus Tangani Penegak Hukum Yang Korup

- Sabtu, 24 September 2022 | 21:54 WIB
Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma
Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma

HARIANTERBIT.com - Tanpa keberanian dan tindakan yang benar-benar revolusioner, korupsi tak akan pernah bisa diberantas di negeri ini. Hal itu dikatakan koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.

Seperti diberitakan, lagi-lagi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) bahkan kali ini terhadap hakim dan pegawai Mahkamah Agung (MA), institusi penegak hukum yang seharusnya steril dari moral koruptif. 

Tidak tanggung-tanggung, kali ini KPK menangkap tangan 10 orang sekaligus, di antaranya enam orang pegawai MA dan satu di antaranya adalah Hakim Agung bernama Sudrajat Dimyati. 

Baca Juga: Sekjen Kornas Ganjarist Kris Tjantra: Rakyat Lebih Puas Era Jokowi Ketimbang SBY

Enam tersangka tersebut adalah Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu, PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie, PNS MA Albasri serta pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. 

Dalam konferensi pers yang digelar di gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Jum’at (23/9/2022), KPK juga menunjukkan barang bukti berupa uang sebesar SGD 205 ribu dan Rp 50 juta yang diduga bagian dari suap.

 Menanggapi OTT yang dilakukan KPK kali ini, koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma mengaku tidak begitu terkejut. Menurutnya, OTT KPK terhadap hakim bukanlah baru pertama kali terjadi di Indonesia. 

“Setahu saya OTT terhadap hakim MA sebagai garda terakhir penegakan hukum di negeri sudah beberapa kali dilakukan KPK. Tapi rupanya tidak ada efek jera. Itu artinya, penerapan sanksi hukum terhadap aparatur penegak hukum yang korup masih sangat lemah di negeri ini,” ujar Lieus di Jakarta, Sabtu, 24 September 2022.

Meski demikian, Lieus tetap memberi apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan KPK tersebut. “Seharusnya memang demikian itulah kerja KPK. Dengan wewenang yang ada padanya, tugas dan fungsi KPK itu harusnya lebih ditekankan pada penanganan terhadap aparat penegak hukum yang Korup,” ujarnya. 

Dijelaskan Lieus, KPK tidak usah lagi “ngincar” korupsi oleh kepala daerah atau pegawai pemerintah. Biarkan itu menjadi tugas inspektorat, BPK dan Kejaksaan. “KPK Fokus saja menangani tindak korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum seperti Polisi, Jaksa dan Hakim. Dengan kewenangan besar yang ada padanya, KPK bisa menjadi pengawas sekaligus menjadi polisinya penegak hukum yang nakal,” ujar Lieus.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Tersangka Suap, KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:46 WIB

KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:50 WIB

Duka Masih Menyelimuti Keluarga Korban Bom Bandung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:31 WIB
X