• Sabtu, 1 Oktober 2022

Kemenhub Anggarkan Rp125 Miliar untuk Subsidi Angkutan Jalan Perintis

- Jumat, 23 September 2022 | 19:00 WIB
Bus Damri
Bus Damri

HARIANTERBIT.com - Untuk memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya yang di pelosok maka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memiliki program subsidi Angkutan Jalan Perintis yang tahun 2022 ini anggarannya sekitar Rp125 Miliar.

Direktur Angkutan Jalan, Kemenhub Suharto menjelaskan program ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 73 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Subsidi Angkutan Jalan Perintis (Pengganti KM 60 Tahun 2007 Tentang Pemberian Subsidi Angkutan Umum Di Jalan).

Selain itu ada juga Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 630 Tahun 2022 Tentang Pedoman Teknis Pemberian Subsidi Berupa Bantuan Biaya Operasional Angkutan Jalan Perintis.

Baca Juga: Bertemu UNIDO, Menko Airlangga Ungkap Peningkatan Kinerja Sektor Industri untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

“Di mana kebijakan prioritas pengembangan angkutan jalan perintis diutamakan kepada perbatasan negara, sarana angkutan sekolah, daerah pasca bencana, daerah terisolir atau belum berkembang, kawasan transmigrasi dan untuk moda angkutan perlintasan lainnya. Untuk program ini Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp.125.159.942.000. Dengan Realisasi hingga Bulan April Rp.38.964.488.775, Prosentase Realisasi sebesar 31,19%,” kata Suharto dalam keterangannya, Jumat, 23 September 2022.

Ia juga mengatakan bahwa untuk kriteria pemberian subsidinya adalah menghubungkan wilayah terisolir, belum berkembang atau wilayah perbatasan dengan kawasan perkotaan yang belum ada pelayanan angkutan umum dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Lalu wilayah perbatasan dan/atau wilayah lainnya yang karena pertimbangan aspek sosial politik harus dilayani. Dan melayani daerah-daerah potensial (daerah transmigrasi) dengan kawasan perkotaan.

Baca Juga: IPW Ungkap Peran Robert Priantono Bonosusatya Soal Private Jet, Kapolri Jangan Tutup Mata?

Selain itu, Suharto menambahkan bahwa kriteria untuk memperoleh subsidi ini adalah sebagai stabilisator pada suatu daerah tertentu atau angkutan pelajar dan mahasiswa dengan tarif yang lebih rendah dari tarif yang berlaku dan memberikan pelayanan angkutan umum yang terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya rendah.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPMK Desak Polisi Tangkap Alvin Lim

Jumat, 30 September 2022 | 16:13 WIB

Jumat Berkah Ala Sahabat Ganjar di Wonogiri dan Soppeng

Jumat, 30 September 2022 | 16:12 WIB

Sejarah Kelam G30S PKI dan Tujuannya

Jumat, 30 September 2022 | 10:09 WIB
X