• Kamis, 29 September 2022

Dukungan Publik Terhadap PDIP dan Gerindra Merosot, Partai Oposisi Menguat

- Jumat, 23 September 2022 | 11:29 WIB
Ilustrasi bendera parpol. (kpu-surabayakota.go.id)
Ilustrasi bendera parpol. (kpu-surabayakota.go.id)

HARIANTERBIT.com – Survei nasional Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) bekerjasama dengan Center for Indonesian Reform (CIR) yang dilaksanakan pada akhir Juli 2022 menunjukkan partai berkuasa PDIP mengalami penurunan dukungan dari 18,0 persen (survei 2021) menjadi 15,1 persen (2022).

Demikian pula Gerindra mengalami penurunan elektabilitas dari 10,0 persen menjadi 6,8 persen. Golkar mengalami kenaikan dari 9,7 persen menjadi 10,0 persen. Sedangkan PKS sebagai oposisi naik elektabilitasnya dari 7,9 persen menjadi ranking ketiga nasional dengan elektabilitas 8,1 persen. Responden yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, yakni 28,5 persen.

Peneliti Senior LKSP, Muhsinin Fauzi, menjelaskan survei dilakukan di seluruh wilayah Indonesia: 34 provinsi, 80 daerah pemilihan dan 138 kabupaten/kota yang terpilih secara random. Metoda pengambilan sampel dilakukan secara stratified multistage random sampling dengan basis populasi DPT (daftar pemilih tetap) 2019.

Baca Juga: Hakim Agung Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Segini Kekayaannya

"Dari total populasi ditentukan 1.353 responden yang dapat dianalisis datanya setelah wawancara tatap muka," ujar Muhsinin di Jakarta, Kamis (22/2022).

Muhsinin menjelaskan kenaikan dukungan yang didapat oleh PKS karena publik menganggap PKS adalah partai yang membela kepentingan rakyat (19,9 persen). Sementara PDIP hanya mendapat 19,1 persen dukungan responden sebagai partai pembela rakyat. Sisanya Demokrat (14,6), Gerindra (14,2) dan Golkar (14,0).

Sebaliknya, publik juga mempersepsi PDIP sebagai partai paling koruptif (28,7 persen), diikuti Golkar (11,1), Demokrat (10,7) dan Gerindra (2,8). PKS sama dengan Nasdem (2,3) tidak koruptif.

Kekuatan lain PKS adalah partai yang disukai kalangan muda/millennial (11,1 persen) bersama dengan Demokrat, baru diikuti Gerindra (9,8) dan PDIP (9,6). PKS juga dipandang membela kepentingan kaum perempuan (13,9 persen) disusul PDIP (10,0),

Gerindra (6,5), PKB (6,4), Golkar (6,2) dan Nasdem (6,1). Posisi PKS sebagai kekuatan oposisi di luar pemerintahan disetujui oleh 24,3 persen responden, diikuti Demokrat (12,2). Sebagian responden juga melihat Gerindra kadang kritis dengan pemerintah (5,6), begitu pula PDIP (3,8) melalui beberapa elite yang berbeda dengan arus utama partai.

Baca Juga: Revisi UU Sisdiknas Harus Menyeluruh untuk Hasilkan Sistem Pendidikan yang Lebih Baik

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X