• Senin, 26 September 2022

Skandal Sudrajad Dimyati Sebelum jadi Tersangka Kasus Suap KPK

- Jumat, 23 September 2022 | 10:05 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri menunjukkan bukti dalam jumpa pers OTT terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung.  (youtube kpk ri)
Ketua KPK Firli Bahuri menunjukkan bukti dalam jumpa pers OTT terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung. (youtube kpk ri)

HARIANTERBIT.com - Hakim Agung Sudrajad Dimyati telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan pungutan liar terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Pengumuman tersangka disampaikan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat, 23 September 2022 dini hari. 
 
Kasus yang menyangkut Sudrajad tersebut berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Jakarta dan Semarang. Dalam KPK">OTT KPK mengamankan uang senilai Rp2,2 miliar. 
 
Sudrajad disangka dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.
 
 
Sebelum terlibat dugaan kasus suap  Sudrajad pernah tersandung skandal saat menjadi calon Hakim Agung pada 2013 silam.
 
Di sela rapat uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung (CHA) pada 18 September 2013 di Gedung DPR RI, Sudrajad dituding melakukan upaya lobi kepada anggota Komisi III DPR RI, Bahruddin Nasori. Lobi disebut dilakukan di toliet Gedung DPR RI. Dia dituding akan memberi suap kepada Bahruddin saat itu. 
 
Mahkamah Agung turun tangan menanggapi isu lobi Sudrajad yang saat itu menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak. Badan Pengawasan MA tidak menemukan bukti tudingan lobi dan upaya suap yang dilakukan Sudrajad.
 
Komisi Yudisial (KY) juga sempat melakukan investigasi. Sudrajad dipanggil guna dimintai keterangan oleh KY. Pada Oktober 2013 KY menyatakan Sudrajad tidak terbukti melakukan lobi tersebut. KY juga memulihkan namanya. 
 
Akibat dugaan lobi dan suap di toilet Gedung DPR, Sudrajad tidak lolos menjadi hakim agung 2013 setelah hanya memperoleh satu suara di DPR RI. 
 
 
Namun pada 2014 Sudrajad kembali mengikuti seleksi hakim agung di Komisi III DPR RI. Pria kelahiran 27 Oktober 1957 ini terpilih menjadi hakim agung setelah mendapatkan 38 suara.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X