• Senin, 26 September 2022

Mantan Capim KPK Sebut PN Malang Mengangkangi Putusan PK Tingkat MA, Ini Kasusnya

- Kamis, 22 September 2022 | 20:05 WIB
Mantan Capim KPK Amstrong Sembiring
Mantan Capim KPK Amstrong Sembiring

HARIANTERBIT.com - Mantan Capim KPK Amstrong Sembiring menyatakan eksekusi rumah dua dokter oleh Pengadilan Negeri Malang, Jawa Timur, Cacat Hukum. 

Pasalnya, Amstrong yang juga kuasa hukum Valentina, dan dua anaknya yang dokter Gladys Gratiana dan Gina Adi Pranoto, mengatakan Putusan Peninjauan Kembali (PK) di tingkat Mahkamah Agung (MA) No 598 Tahun 2016 tidak menerangkan objek yang dieksekusi.

"Gugatan tersebut tidak jelas (obscuurlibel) karena tidak menyebutkan secara jelas dan rinci objek gugatan. Karenanya haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (nietontvankelijkverklaard)," ujar Amstorng dikutip, Kamis (22/9).

Baca Juga: Dengarkan Curhat Pedagang Pasar Pondok Gede, Puan Minta Kader PDIP Bantu Rakyat Kecil

Amstrong menilai, eksekusi yang dilakukan PN Malang sama saja mengangkangi putusan PK di tingkat MA.

"Putusan amar PK pada tingkat MA kedua rumah dokter itu tidak masuk dalam gugatan," jelasnya.

Dia menyayangkan gugatan tersebut dinyatakan dapat diterima dan dikabulkan dan bahkan dijadikan dasar untuk meletakkan sita terhadap 42 obyek dalam perkara tersebut.

Amstrong mensinyalir adanya praktik mafia hukum dan mafia tanah sehingga belasan harta benda milik Valentina dieksekusi paksa.

Baca Juga: Menko Airlangga: Mekanisme Multilateral Menjadi Platform Terbaik Cari Solusi Terbaik Atasi Tantangan Global

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X