• Rabu, 7 Desember 2022

Mardani Ale Sera Kaget Effendi Simbolon Minta Maaf

- Sabtu, 17 September 2022 | 20:39 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. 
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. 
HARIANTERBIT.com - Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengaku kaget dengan permintaan maaf yang disampaikan koleganya di parlemen, Effendi Simbolon. Menurutnya pernyataan Effendi yang menyangkut TNI dalam rapat masih sesuai koridor. 
 
Mardani mengatakan salah satu fungsi DPR adalah pengawasan. Lazim bagi anggota DPR mendalami sebuat temuan atau isu dalam sebuah rapat kerja atau rapat dengar pendapat. 
 
"Buat saya pada beberapa koridor apa yang disampaikan Effendi masih bagus. Kata Gerombolan pun kalau bisa dilihat itu konteks dari yang atas. Jadi masih oke kalau buat saya," katanya dalam diskusi politik bertema '2024 Panggung Sandiwara atau Perubahan' di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 September 2022. 
 
 
Politikus PKS ini justru mengaku kaget pada saat Effendi menyampaikan permohonan maaf di depan publik. Dia meyakini hal itu dikarenakan adanya reaksi keras atas pernyataan politikus PDI Perjuangan itu. 
 
"Dan sangat kaget ketika dia minta maaf. Mungkin karena terlalu keras serangannya," imbuhnya.
 
Lebih lanjut Mardani menyoroti adanya seruan kepada prajurit TNI di berbagai daerah untuk melakukan protes terhadap Effendi. Menurutnya hal itu bertentangan dengan hak kebebasan sipil. 
 
"Tapi saya sayangkan ketika ada seruan untuk melakukan perlawanan. Bagaimanapun supremasi sipil setelah 98 adalah sebuah keniscayaan. Bahwa ada salah kata salah sebut bagaimanapun di ruang rapat kita semua ada asas imunitas," jelas Mardani. 
 
Sebelumnya Effendi Simbolon menyampaikan permohonan maaf setelah mendapatkan kecaman dari prajurit TNI di berbagai daerah. Dia dianggap telah menyinggung institusi TNI saat menyebut TNI seperti gerombolan dan ormas pada rapat kerja dengan Panglima TNI Andika Perkasa di Gedung DPR RI pada 5 September 2022 lalu. 
 
 
Dalam rapat tersebut Effendi menyoroti isu disharmonisasi antara Andika dengan KSAD Dudung Abdurachman. Terlebih saat rapat kerja Dudung berhalangan hadir.
 
"Tapi ada apa di TNI ini perlu, gitu. Kalau perlu, setelah kita pembahasan anggaran, kita jadwalkan nanti malam, ya, kita hadirkan Kepala Staf Angkatan Darat, hadirkan Panglima TNI, kepala staf, untuk membahas, kami banyak sekali ini temuan-temuan ini, yang insubordinary, disharmoni, ketidakpatuhan. Ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya. Tidak ada kepatuhan," katanya saat itu.
 
Pernyataan itu yang memantik amarah prajurit TNI di berbagai daerah. Mereka menuntut Effendi menyampaikan permintaan maaf. 
 
 

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Bom Polsek Astana Anyar, Satu Polisi Meninggal

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:35 WIB

RUU KUHP Telah Disahkan Menjadi Undang-Undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 23:05 WIB

Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Tingkatkan Pemberdayaan UMKM

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:03 WIB

Terus Berlanjut Kasus Net89 Polisi Sita Kantor PT SMI

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:43 WIB
X