Pakar Gestur Baca Keinginan Jokowi Lanjutkan Kekuasaan

- Sabtu, 17 September 2022 | 19:44 WIB
 Pakar gestur dan psikologi politik Dewi Haroen saat diskusi politik
Pakar gestur dan psikologi politik Dewi Haroen saat diskusi politik
HARIANTERBIT.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih ingin meneruskan kekuasaannya. Hal itu terlihat dari gestur yang diperlihatkan saat menanggapi munculnya wacana perpanjangan masa jabatan, jabatan tiga periode dan isu peluang menjadi calon wakil presiden (cawapres).
 
Pakar gestur dan psikologi politik Dewi Haroen mengatakan dalam komunikasi terdapat tiga unsur untuk melihat arah pandang seseorang. Pertama yakni verbal dengan kadar tujuh persen, vokal 38 persen dan gestur 55 persen. 
 
Pernyataan Jokowi yang menyebut bahwa isu tiga periode dan perpanjangan masa jabatan wajar dalam konteks sebuah wacana dinilai menunjukkan keinginan itu. 
 
 
"Beliau sendiri sudah berkata, ada arah ke situ. Sudah 7 persen," katanya dalam diskusi politik bertema '2024 Panggung Sandiwara atau Perubahan' di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 September 2022. 
 
Kedua adalah unsur vokal. Tidak ada pernyataan secara tegas dari Jokowi yang menyatakan penolakan terhadap beberapa isu tersebut. 
 
" Vocalnya jelas mengatakan penekanan bahwa diminta. Tidak ada suara untuk 'gak bisa ini, saya stop. Gak boleh'. Secara verbal tidak ada ucapan 'stop berhenti, selesai saya tanggal segini selesai sebagai presiden'. Berarti terbukti arahnya kemana," jelas dia. 
 
Secara gestur, imbuh Dewi, Jokowi menghadiri beberapa acara yang menghendaki kepemimpinannya berlanjut seperti Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di Bandung atau acara relawan Projo. Hal itu menunjukkan terdapat keinginan dari Jokowi meneruskan jabatannya. 
 
"Beliau ke mana-mana nih. Jadi artinya apa? Dari gestur badannya seperti apa? Tanda kutip sepeti kampanye kan. Artinya jelas sekali bahwa keinginan itu ada," tandas Dewi.  
 
 
Dari unsur-unsur tersebut Dewi memandang keinginan dari Jokowi untuk melanjutkan kekuasaannya terlihat jelas..
 
"Artinya, itu tak perlu dijelaskan lagi dengan misalnya jadi cenanyang," tutup dia. 
 
Diketahui di akhir masa jabatan periode ke dua Jokowi, muncul wacana agar Jokowi tetap bisa melanjutkan pemerintahannya. Pertama yakni wacana tiga periode bagi presiden, kedua perpanjagan masa jabatan presiden dan yang terbaru isu peluang presiden yang menjabat dua periode bisa menjadi cawapres dalam pemilu. 
 
 
 

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB
X