• Rabu, 7 Desember 2022

BPJAMSOSTEK Rawamangun Kampanye Antikorupsi Bersama Mitra Kerja

- Jumat, 16 September 2022 | 16:38 WIB
Tangkapan layar Kampanye Antikorupsi yang digelar BPJamsostek Cabang Jakarta Rawamangun secara virtual, Kamis (16/9/2022).
Tangkapan layar Kampanye Antikorupsi yang digelar BPJamsostek Cabang Jakarta Rawamangun secara virtual, Kamis (16/9/2022).

HARIANTERBIT.com – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Jakarta Rawamangun memastikan komitmennya dalam mencegah segala bentuk korupsi. Hal ini dibuktikan dengan upaya Kampanye Gerakan Antikorupsi yang secara rutin digelar.

Kampanye kali ini menghadirkan Kepala Satuan Tugas Sosialisasi Antikorupsi KPK, Wuryono Prakoso sebagai pembicara utama dengan kegiatan yang digelar secara virtual pada Kamis 15 September 2022. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun, Aland Lucy Patitty.

Turut hadir puluhan peserta yang merupakan perwakilan perusahaan peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, rumah sakit, dan mitra-mitra kerja dan karyawan BPJamsostek Cabang Jakarta Rawamangun.

“Kegiatan ini berbeda, bukan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi kita bersama-sama belajar bagaimana cara menghindari praktik antikorupsi. Komitmen untuk antikorupsi penting, tetapi mengetahui secara jelas apa itu korupsi dan bagaimana menghindarinya menjadi sesuatu yang tidak kalah penting,” kata Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun, Aland Lucy Patitty, dalam kesempatan tersebut.

Lucy menyampaikan, bahwa bukti komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menerapkan antikorupsi juga dibuktikan dengan adanya pakta integritas yang harus ditandatangani oleh seluruh jajaran atau karyawan, hadirnya unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dan kanal pelaporan berupa Whistle Blowing System (WBS).

Dalam kesempatan ini, Kepala Satuan Tugas Sosialisasi Antikorupsi KPK, Wuryono Prakoso menyampaikan secara detil pengertian korupsi, kolusi, nepotisme dan gratifikasi termasuk sebanyak 30 modus yang terjadi di Indonesia.

Wuryono menekankan, bahwa diperlukan komitmen yang kuat guna membangun budaya antikorupsi untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. “Semua harus dimulai dari diri sendiri, dengan membiasakan hal-hal yang benar dalam kehidupan sehari-hari dan menghindari segala potensi praktik korupsi,” kata Wuryono.

Pembiasan hal benar tersebut seperti bersikap jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, adil disiplin dan kerja keras. Dengan demikan akan tercipta generasi yang antikorupsi.

Wuryono mengapresiasi komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan yang menurutnya sejauh ini sudah dalam jalur yang tepat menerapkan prinsip-prinsip antikorupsi dan integritas. Diharapkan, hal ini dapat menjadi contoh bagi Lembaga atau perusahaan lainnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Ke Ferdy Sambo, Putri Mengaku Diperkosa Brigadir J

Rabu, 7 Desember 2022 | 14:55 WIB

Bom Polsek Astana Anyar, Satu Polisi Meninggal

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:35 WIB
X