• Rabu, 7 Desember 2022

Berlaga di Pilpres 2024, Publik Lebih Tertarik Anies-Ganjar Daripada Duet Prabowo-Jokowi

- Kamis, 15 September 2022 | 13:53 WIB
Anies, Ganjar, dan Prabowo
Anies, Ganjar, dan Prabowo

HARIANTERBIT.com – Analis Politik dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, sah-sah adanya wacana menduetkan Prabowo Subianto (calon presiden)-Joko Widodo (Jokowi) calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Apalagi, lanjutnya, berdasarkan aturan di Mahkamah Konstitusi (MK) tak ada larangan jika presiden yang sudah menjabat selama dua periode, kembali maju sebagai Cawapres di Pemilu.

"Namun kalau bagi publik ada kemungkinan lebih tertarik figur yang lebih segar. Karena Prabowo-Jokowi, tokoh lama ada kecenderungan publik jenuh dan mulai bosan," ujar Pangi Syarwi Chaniago kepada Harian Terbit, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Pemerintah Klaim Sudah Dapat Identitasnya, Hacker Bjorka Malah Ngakak

Pangi menilai, wacana duet Prabowo-Jokowi adalah soal selera. Masyarakat juga sudah bisa memberikan penilaian. Oleh karena itu wajar ada yang kecewa terutama setelah kenaikan biaya hidup dan makin beratnya kelas bawah untuk bertahan hidup pasca kenaikan harga BBM. Namun ada yang memberikan dukungan atas kenaikan harga BBM yang dilakukan Jokowi.

"Kalau dari aturan dan regulasi tak ada soal (duet Prabowo-Jokowi), mungkin menurut saya publik lebih tertarik figur segar seperti Anies, dan Ganjar. Karena masyarakat kita ini kan kadang ingin ganti selera juga, ada titik klimaks juga, pasti ada ujungnya kan, kerinduan sepanjang waktu kan ngak ada," paparnya.

Pangi menegaskan, ada kerinduan masyarakat yang bisa menjadi anti tesis Jokowi dan Prabowo, dan itu juga sah - sah saja dalam alam demokrasi. Oleh karena itu tidak ada dampak apapun jika Prabowo - Jokowi dipasangkan di Pilpres 2024. Namun yang jelas Prabowo-Jokowi adalah tokoh lama. Sehingga kejenuhan dengan rekam jejak keduanya pasti ada.

"Yang penting ada parpol yang mengusung, ya tentu bisa saja mereka ikut berlaga," paparnya.

Baca Juga: Begini Siapnya Napoleon Bonaparte Hadapi Vonis Kasus penganiayaan M Kece

Sementara terkait polarisasi antar pendukung yang sebelumnya sempat panas hingga ada istilah kampret-cebong, Pangi memaparkan, yang jelas orang pemilih Indonesia adalah pelupa dan pemaaf. Sehingga di antara kedua pendukung itu berpura pura tidak pernah ada soal narasi kampret - cebong.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Ke Ferdy Sambo, Putri Mengaku Diperkosa Brigadir J

Rabu, 7 Desember 2022 | 14:55 WIB

Bom Polsek Astana Anyar, Satu Polisi Meninggal

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:35 WIB
X