• Rabu, 7 Desember 2022

RUU PDP Segera Disahkan, DPR Ingatkan Pemerintah Lindungi Data Pribadi: Jangan Ada Lagi Kebocoran

- Sabtu, 10 September 2022 | 21:09 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid saat pengesahan RUU PDP dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Kominfo, Kemendagri, serta Kemenkumham, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu (7/9/2022). Foto: DPR.GO.ID
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid saat pengesahan RUU PDP dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Kominfo, Kemendagri, serta Kemenkumham, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu (7/9/2022). Foto: DPR.GO.ID

HARIANTERBIT.com - Komisi I DPR RI bersama pemerintah sepakat membawa Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) ke pembahasan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI, untuk kemudian disahkan menjadi undang-undang (UU).

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid berharap, pengesahan RUU PDP nantinya akan menghentikan kasus-kasus kebocoran data pribadi masyarakat.

Kesepakatan untuk pengesahan RUU PDP diambil dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 7 September 2022. Hasil kesepakatan tersebut akan dibawa ke rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI.

Baca Juga: Mardiono: PPP Tegaskan Konsolidasi KIB Jalan Terus

“Kita harapkan RUU PDP bisa dibahas dalam Rapat Paripurna DPR terdekat,” kata Meutya, dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Jumat (9/9/2022). Menurutnya, RUU PDP akan memberi kepastian hukum yang berkekuatan tetap dalam melindungi data pribadi masyarakat di ranah digital. Meutya mengatakan, RUU PDP sangat dibutuhkan mengingat serangan siber di Indonesia pun sudah kian marak.

“RUU PDP akan menjadi landasan hukum untuk melindungi data pribadi yang menjadi hak seluruh warga negara. Dengan pengesahan RUU PDP, kita harapkan kasus-kasus kebocoran data pribadi yang semakin banyak terjadi bisa dihentikan,” kata politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Sektor Peternakan dengan Selandia Baru

Adapun naskah final RUU PDP terdiri dari 371 Daftar Inventarisasi malah (DIM) dan menghasilkan 16 Bab serta 76 pasal. Jumlah pasal di RUU PDP ini bertambah 4 pasal dari usulan awal pemerintah pada akhir 2019 yakni sebanyak 72 pasal.

“Lewat aturan yang akan segera terbentuk ini, Negara akan memiliki regulasi dalam menetapkan aturan atas perlindungan dan keamanan data pribadi masyarakat,” jelas Meutya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bom Polsek Astana Anyar, Satu Polisi Meninggal

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:35 WIB

RUU KUHP Telah Disahkan Menjadi Undang-Undang

Selasa, 6 Desember 2022 | 23:05 WIB

Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Tingkatkan Pemberdayaan UMKM

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:03 WIB

Terus Berlanjut Kasus Net89 Polisi Sita Kantor PT SMI

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:43 WIB
X