Adi Baiquni Nilai Pernyataan Effendi Simbolon Terkait Isu Disharmonis Panglima-KSAD Bikin Rakyat Tersinggung

- Jumat, 9 September 2022 | 14:11 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman

HARIANTERBIT.com - Ketua Cendekia Muda Nusantara, Adi Baiquni menilai, peryataan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon terkait isu ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman, membuat rakyat Indonesia tersinggung.

“Pernyataan pak Effendi Simbolon dan lainnya itu justru menyinggung perasaan rakyat Indonesia dan tentara,” ujar Adi saat dihubungi wartawan, Jumat, 9 September 2022.

Menurut Adi, hal yang sampaikan Effendi Simblon tersebut terkesan provokasi, tidak produktif dan tidak edukatif. Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, menurut Adi, seharusnya lebih fokus berbicara soal kebijakan, bukan mengumbar isu pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenerannya.

Baca Juga: Menko Airlangga Gelar Pertemuan Bilateral dengan Mendag AS Gina Raimondo, Perkuat Kerja Sama Dagang RI-AS

“Komentar Effendi Simbolon dan yang lain itu juga sangat tendensius, tidak boleh ikut campur terlalu jauh. Biacaralah soal kebijakan. Kalau menyorot yang spesifik, urusan personal yang di dalam, tidak penting diungkapkan ke publik. Itu tidak positif, tidak produktif, dan tidak edukatif,” katanya.

Adi kemudian meminta Effendi Simbolon dan pihak-pihak lain setop memprovokasi dan mendiskreditkan TNI. Masih banyak kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan negara yang perlu disorot.

“DPR jangan menyampaikan hal-hal yang tdk edukatif dan produktif karena ada banyak hal terkait kebijakan yang jauh lebih besar dikomentari,” pinta Adi.

Baca Juga: Sandiaga Uno Disebut Jadi Salah Satu Kandidat Capres PPP

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini juga menegaskan bahwa jika terjadi perbedaan pendapat antara Panglima dan KSAD hal itu merupakan yang wajar di alam demokrasi. Adi mencontohkan perbedaan pendapat di partai politik.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Langkah Pemerintah Hingga Sukses Tangani Pandemi

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:10 WIB

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:14 WIB

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB
X