Tolak BBM Naik, Lintas Tokoh Nasional Deklarasi: Kekuatan Rakyat Bersatu untuk Keadilan

- Kamis, 8 September 2022 | 19:13 WIB
Ekonom Rizal Ramli bersama tokoh nasional deklarasi Kekuatan Rakyat Bersatu untuk Keadilan/RMOL
Ekonom Rizal Ramli bersama tokoh nasional deklarasi Kekuatan Rakyat Bersatu untuk Keadilan/RMOL

HARIANTERBIT.com - Menyusul protes besar-besaran atas kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, lintas tokoh nasional bersatu menggelar deklarasi untuk keadilan.

Dalam deklarasi yang digelar di Jalan Tebet Barat Dalam IV Nomor 7, Jakarta Selatan, Kamis, 8 September 2022, disampaikan pokok-pokok pemikiran para tokoh yang dirangkum menjadi satu.

Tampak sejumlah tokoh yang hadir di antaranya mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli; mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie M. Massardi; tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma; aktivis yang juga Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf; akademisi yang juga pemerhati politik dna hukum Ubedillah Badrun, dan beberapa tokoh lainnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Inovasi Industri Properti Bakal Hasilkan Produk Berkualitas

Dalam acara deklarasi ini, Adhie Massardi membacakan pokok-pokok pemikiran para tokoh terhadap kondisi bangsa saat ini, utamanya setelah pemerintah menaikkan harga BBM, utamanya yang bersubsidi.

"Kekuatan Rakyat sudah bersatu. Tekanan dan represi kebijakan sudah melampaui batas kesabaran. Tiba waktunya mengubah tekanan menjadi kekuatan. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," begitu pokok pemikiran para tokoh yang dibacakan oleh Adie Massardi.

Seusai acara, Adhie menuturkan, deklarasi yang digelar hari ini adalah untuk menyatukan kekuataan rakyat. Karena dia melihat, selama bertahun-tahun rakyat dihadapkan pada kebijakan yang justru tidak berpihak kepada mereka.

Baca Juga: Presidum PA 212 Sebut Effendi Simbolon Cari Sensasi Umbar Ketidakharmonisan Panglima TNI dan KSAD

"Hampir 7-8 tahun rakyat Indonesia mencatat kebijakan-kebijakan yang cacat, kemudian hanya bisa mengumpat, dan ini tidak bisa diterus-teruskan," jelas Adhie Massardi.

"Seolah-olah tak ada kekuatan yang bisa melawan, seolah-olah tak ada yang bisa mereduksi, meluruskan kebijakan-kebijakan yang salah. Untuk itu, saatnya rakyat bersatu menggugat semua kebijakan yang cacat ini," demikian Adhie Massardi.

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penimbun MinyaKita Akan Ditindak Tegas

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:09 WIB

Amnesty Internasional Kecam Aksi KKB Papua

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:06 WIB
X