Buruh dan Mahasiswa Serta DPR Tolak BBM Naik: Pemerintah Tidak Punya Hati

- Kamis, 1 September 2022 | 10:56 WIB
Ilustrasi SPBU
Ilustrasi SPBU

HARIANTERBIT.com - Sejumlah warga, wakil rakyat, buruh, pemuda dan mahasiswa tolak harga BBM naik. Selain akan membuat inflasi meningkat tajam, kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga pangan dan komoditas lain. Juga menekan daya beli masyarakat, baik pangan dan energi.

Salah satu warga, Masali mengatakan kenaikan harga BBM akan mempengaruhi pendapatannya sebagai sopir angkot. Dia ingin tarif angkot juga menyesuaikan kenaikan harga BBM.

"Ya kalau kayak gitu ongkosnya juga dinaikin. Itu otomatis pengaruh ke pendapatan. Sekarang nyari Rp100 ribu saja susah," kata Masali di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, dilansir Antara.

Baca Juga: Ada Upaya ‘Dijegal' Melalui Tiket Capres 2024, Elektabilitas Meroket Anies Bisa Menangi Pilpres Dua Putaran

Hal senada juga diungkapkan oleh Hamdi yang sehari-hari bekerja sebagai ojek daring. Hamdi berharap apabila harga BBM naik juga diikuti kenaikan tarif ojek berbasis aplikasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberi sinyal kemungkinan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) segera naik, saat ditanya apakah ada kemungkinan pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan pada 31 Agustus 2022.

"Ya tunggu aja besok," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa kemarin.

DPR Tolak

Anggota Komisi XI DPR RI ramai-ramai menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar. Penolakan itu disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja pada Rabu (31/8).

Penolakan pertama datang dari Fraksi Demokrat Marwan Cik Asan. Ia menyampaikan BBM subsidi tak seharusnya dinaikkan karena akan membuat inflasi meningkat tajam. Saat ini saja inflasi sudah cukup tinggi, yakni 4,94 persen pada Juli 2022.

"Mungkin salah satu caranya, walaupun ini harus kita kaji bersama, adalah jangan naikkan harga BBM. Karena otomatis kalau harga BBM baik inflasi kita nendang tinggi," terang dia.

Baca Juga: Ratusan Santri Desak Jokowi Pecat Suharso Monoarfa dari Bappenas

Penolakan selanjutnya datang dari Fraksi PKB Bertu Merlas. Dia menyebutkan kenaikan BBM khususnya Solar akan menyusahkan para petani. Apalagi, ini dibarengi dengan kenaikan harga pangan dan komoditas lain.

"Saat ini, biaya produksi petani ada peningkatan tajam terutama masalah pupuk. Harga pupuk meningkat tajam dan langka. Ditambah lagi, ada kenaikan BBM, dimana petani membeli BBM subsidi, sehingga mereka membeli BBM denga harga yang mahal," tuturnya.

Oleh karenanya, ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan rencana kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Penimbun MinyaKita Akan Ditindak Tegas

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:09 WIB

Amnesty Internasional Kecam Aksi KKB Papua

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:06 WIB
X