• Kamis, 29 September 2022

Ahli Waris dan Pembeli Bekas Gedung Bioskop Sekar Tanjung Minta Polisi Tegas Terhadap Mafia Tanah

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:44 WIB
Kuasa hukum para ahli waris dan pembeli sah eks Gedung Bioskop Sekar Tanjung, Welly Dany Permana SH MH dan Samsodin SH.
Kuasa hukum para ahli waris dan pembeli sah eks Gedung Bioskop Sekar Tanjung, Welly Dany Permana SH MH dan Samsodin SH.

HARIANTERBIT.com - Para ahli waris dan pembeli sah eks Gedung Bioskop Sekar Tanjung, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, berharap pihak kepolisian bersikap tegas dalam menuntaskan dugaan keterlibatan mafia tanah dalam sengkarut jual beli tanah yang terletak di Jalan Kramat Jaya, Nomor 86.

Sikap tegas dimaksud merujuk amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas keberadaan mafia tanah pada 23 Mei 2022. Presiden meminta jajarannya 'melenyapkan' mafia tanah karena kerap merugikan masyarakat.

"Kami mohon Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Utara, menindak tegas ulah para mafia tanah khususnya atas tanah yang terletak di Jl Kramat Jaya No 86, Koja, Jakarta Utara, ini sudah sangat berlarut larut," tegas kuasa hukum para ahli waris dan pembeli sah eks Gedung Bioskop Sekar Tanjung, Welly Dany Permana SH MH dalam keterangannya, Kamis, 18 Agustus 2022.

Baca Juga: KPK Akan Tindak Lanjuti Laporan Terkait Dugaan Suap Ferdy Sambo

Welly didampingi Samsodin SH mengungkapkan, amanat Presiden Jokowi sebenarnya sangat tegas perihal mafia tanah. Sejalan dengan itu pula, ia berharap ke depan tidak ada lagi oknum di Badan Pertanahan Negara (BPN) maupun di tubuh kepolisian. Disebutkan, mafia tanah dalam perkara yang ditanganinya bermain dengan membuat Akta Jual Beli (AJB) palsu. Bukan hanya AJB palsu, melainkan pihak-pihak terkait dalam proses penerbitan AJB juga diduga kuat mengandung keterangan palsu.

"Ironisnya, AJB palsu ini justru menjadi alas hukum untuk mengkriminalisasi dengan melaporkan para Ahli Waris dan pemilik sah atas tanah ke Polisi. Padahal nyata dan terang benderang warga lingkungan sekitar tidak mengetahui siapa orang-orang itu," tegas Welly.

Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan Inflasi Masih Terkendali Karena Shock Absorber

"AJB tersebut diduga kuat mengandung keterangan palsu, salah seorang ahli waris yang sudah meninggal dunia dinyatakan dalam Akta menghadiri dan menandatangani AJB dihadapan notaris. Perbuatan ini sangat tidak masuk akal karena anak-anak almarhum dan keluarganya siap bersaksi untuk membuat terang," sambungnya.

Ditegaskan pula bahwa para ahli waris Adang Bin Manta telah menjual objek tanah dan bangunan tersebut kepada H Supodo dan Sunarno berdasarkan Akta Jual Beli tahun 2020. Selanjutnya objek tanah dan bangunan tersebut telah diserahkan oleh para ahli waris kepada H Supodo dan Sunarno dengan disaksikan warga lingkungan baik RT maupun RW.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X