• Senin, 26 September 2022

Ambang Batas Pencalonan Hambat Kader Terbaik Bangsa Jadi Presiden

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan jika Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani akan membawa Indonesia selangkah lagi seperti Sri Lanka. (instagram @rocky.gerungofficial)
Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan jika Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani akan membawa Indonesia selangkah lagi seperti Sri Lanka. (instagram @rocky.gerungofficial)

HarianTerbit.com - Ambang batas Pencalonan Presiden (Presential Treshold) disinyalir menghambat upaya kader terbaik bangsa untuk menjadi Presiden. 

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut peraturan itu terlalu kaku dan cuma menguntungkan partai politik dan pemilik modal yang dengan uangnya bisa mengendalikan politik dan pemerintahan di negeri. 

Ketentuan ambang batas itu tercantum dalam pasal 222 UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Baca Juga: Keluarga Brigadir J Bisa Tuntut Ganti Rugi ke Irjen Ferdy Sambo

Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa untuk bisa maju sebagai calon Presiden, seseorang atau pasangan calon harus memenuhi syarat mendapat dukungan dari partai atau gabungan partai sebanyak 20 persen kursi di DPR.

Ketentuan seperti itu diprotes oleh kekuatan masyarakat sipil dan para anggota masyarakat yang merasa punya kesempatan jadi calon tetapi terhambat oleh ketentuan itu.

Karena itu, ramai-ramai mengajukan Uji Materi (Judicial Review) ke Mahmamah Konstitusi (MK). Tidak kurang ada 38 kelompok dan perorangan yang mengajukan prmohonan tersebut.

Baca Juga: Tamat! Extraordinary Attorney Woo Episode 16: Woo Young Woo Hadapi Keputusan Sulit, Soal Pacar dan Ibu Kandung

Tercatat nama-nama besar yang menggugat seperti La Nyalla Mattalitti, Dien Syamsudin, Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli dan Yusril Ihza Mahendra. Sedangkan lembaga tercatat Partai PKS, Partai Umat, PBB dan Ormas-ormas.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X