• Kamis, 29 September 2022

Ray Rangkuti Sebut PPP Akan Kehilangan Dua Kelompok Suara, Akibat Permasalahan Ketumnya

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:48 WIB
Pengamat politik Ray Rangkuti dalam dialog menuju Pemilu 2024 dengan tema “Menakar Peluang PPP Menembus Parlemen Pada Pemilu 2024”, Selasa, 16 Agustus 2022.
Pengamat politik Ray Rangkuti dalam dialog menuju Pemilu 2024 dengan tema “Menakar Peluang PPP Menembus Parlemen Pada Pemilu 2024”, Selasa, 16 Agustus 2022.

HARIANTERBIT.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menyebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan kehilangan banyak suara dari dua kelompok (milenial dan perempuan) akibat permasalahan Ketua Umum Partainya, Suharso Monoarfa.

“Bukan soal prestasi Pak Ketua, tapi yang muncul justru kisah keluarganya yang bisa menurunkan popularitas PPP. Isu seperti ini harus dijelaskan kebenarannya karena sensitif. Jika tidak, PPP akan kehilangan suara dua kelompok tersebut,” kata Ray Rangkuti dalam dialog menuju Pemilu 2024 dengan tema “Menakar Peluang PPP Menembus Parlemen Pada Pemilu 2024”, Selasa, 16 Agustus 2022.

Sementara itu, Politisi Senior PPP Rusli Effendi mengaku, PPP sangat terbuka jika mendapat kritik dan masukan. Namun, menurutnya jika sudah menyangkut masalah pribadi maka hanya orang bersangkutan yang berhak menjawabnya.

Baca Juga: Pengamat Apresiasi Visi Misi KIB, Politik Gagasan, Bukan Politik Catwalk

“Kami tidak ingin tersandera oleh seseorang, sehingga partai politik jadi tergerus kepercayaannya terhadap publik dan pemilih. Maka menurut saya ketauladan seseorang cukup penting,” tutur Rusli.

Dia menambahkan, PPP tidak menutup mata tentang banyaknya dorongan yang meminta Suharso untuk mundur dari jabatan. Namun, dia menegaskan tidak memiliki kapasitas terkait hal itu dan dikembalikan kepada Suharso.

“Kalau demonstrasi ya kita lihat sendiri meminta mundur. Kalau soal personal saya tidak punya kapasitas dan itu dikembalikan ke Suharso. Namun perlu doketahui, PPP pun punya tokoh yang mumpuni dengan kemampuan hebat, serta tidak kekurangan figur yang mampu memimpin partai,” tutupnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi : Indonesia Termasuk Negara yang Mampu Hadapi Krisis Global

Seperti diketahui, Ketum PPP Suharso Monoarfa diduga dan dilaporkan ke Komnas Perempuan karena melakukan pelanggaran perilaku serta perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan yang dilakukan secara berulang.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X