• Kamis, 29 September 2022

Anggota MPR: Sidang Tahunan Kali Ini Terasa Spesial

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Anggota MPR dari Kelompok DPD, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M.
Anggota MPR dari Kelompok DPD, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M.

HARIANTERBIT.com - Sidang Tahunan MPR 2022, ini terasa cukup spesial bagi anggota MPR dari Kelompok DPD, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M. Sejak menjadi anggota MPR pada pemilu 2019, inilah kali pertama bagi Sanusi mengikuti Sidang Tahunan bersama seluruh anggota MPR.

Karena selama masa pandemi, Sidang Tahunan dilakukan secara daring dan luring, dan hanya dihadiri secara fisik oleh sebagian anggota MPR.

Meski harus dibantu dengan tongkat, Sanusi tampak antusias menuju ruang sidang, bersama dengan anggota yang lain. Ia berjalan, bergegas, dengan keterbatasan kakinya yang cidera permanen.

Baca Juga: Buka Sidang Tahunan MPR 2022, Ketua MPR Ajak Gelorakan Semangat Kemerdekaan Indonesia

Sejak turun dari mobil, melintasi selasar, memasuki Gedung Nusantara untuk menaiki eskalator sebelum akhirnya melewati tangga menuju Ruang Rapat Paripurna. Semua dilakukan sendiri tanpa bantuan siapapun. Ia menampakkan rasa percaya dirinya, tidak kelihatan ada rasa lelah maupun minder sedikitpun.

Padahal perjalanan menuju dan kembali dari ruang sidang di Gedung Nusantara kompleks parlemen, itu relative jauh. Namun itu tidak menjadikan halangan bagi pria kelahiran Maluku 16 September 1963, ini untuk menghadiri sidang. Dia tetap semangat dan antusias mengikutinya dari awal hingga akhir.

Baca Juga: Presiden Jokowi : Indonesia Termasuk Negara yang Mampu Hadapi Krisis Global

“Ini tidak seberapa dibanding dapil saya di Papua. Karena itu saya suka kesel kalau ada orang yang sempurna tapi memilih banyak diam, tidak memberi manfaat apapun bagi orang lain,” kata Sanusi menjawab pertanyaan wartawan usia mengikuti sidang tahunan, Selasa (16/7/2022)

Sanusi bersyukur, bisa menjejakkan kakinya di Senayan. Karena keberadaannya sebagai anggota DPD, menjadi bukti bahwa lembaga legislatif tidak melulu menjadi haknya orang normal. Penderita disabilitas seperti yang dia alami, juga berhak menjadi bagian dari lembaga legislatif.

“Cidera ini saya dapat dari bola, antara 1980-1985. Lutut kaki saya cidera hingga tiga kali, bergeser dari tempatnya dan memaksa saya berhenti bermain bola. Sudah saya periksakan ke mana-mana, dan akhirnya saya harus memutuskan menggunakan tongkat ini,” kata Sanusi lagi.

Baca Juga: Menko Airlangga: Upaya Pemerintah Mendorong Pemulihan Ekonomi Butuh Dukungan dan Kerja Sama Rakyat

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X