• Selasa, 29 November 2022

Diduga Ada Aliran Uang Haram, PPATK Diminta Lacak Rekening Ajudan Irjen Ferdy Sambo

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J, meyakini pelaku yang menewaskan Brigadir J bukan satu orang.  (ikbal muqorobin)
Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J, meyakini pelaku yang menewaskan Brigadir J bukan satu orang. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melacak rekening milik para ajudan Irjen Ferdy Sambo.

"Makanya saya bilang, periksa semua rekening ajudan itu, libatkan PPATK, karena lembaga ini yang bisa mengungkap itu (aliran dana)," kata Kamaruddin kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Kamaruddin menduga ada banyak aliran dana yang mengalir ke rekening para ajudan. Selain itu, juga ada disebut 'rekening gendut' yang dimiliki orang yang tak mau bicara di kasus Brigadir J hingga sekarang. "Ada berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan kemana aliran dan darimana aliran itu mengalir," jelasnya.

Baca Juga: Sidang Dugaan Korupsi e-KTP, Saksi Beberkan Persiapan Lelang e-KTP

Kamaruddin enggan menyebut langsung siapa sosok yang disebutnya tak mau bicara itu. Dia menyebut orang tersebut hingga kini tidak mau dimintai keterangan.

"Ada orang tidak bisa bicara, tetapi diduga punya rekening gendut. Kenapa rekening ini atas nama orang tidak bisa bicara? Supaya dimintai keterangannya dia tidak bisa ungkapkan, karena tidak bisa bicara," ujarnya.

Hingga saat ini baru empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, tiga tersangka lainnya ialah Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM). Dalam kasus ini, Bharada E disuruh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Lapor ke KPK

Sementara itu, Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) melaporkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/8/2022). Ferdy Sambo dilaporkan atas dugaan suap terhadap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Laporan terkait amplop yang diberikan kepada staf LPSK.

"TAMPAK mengharapkan KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya dugaan suap kepada staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu/Bharada E, Bripka Ricky Rizal/Bripka RR, serta Kuat Ma'ruf (KM) dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir Yosua," ujar Koordinator TAMPAK Roberth Keytimu di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/8/2022).

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

DPR Pastikan Pencopotan Hakim Aswanto Sesuai Mekanisme

Senin, 28 November 2022 | 16:12 WIB

Polisi Amankan 15 Orang Terlibat Makar

Senin, 28 November 2022 | 12:02 WIB

Gempa Cianjur, Korban Meninggal Dunia 321 Orang

Senin, 28 November 2022 | 11:51 WIB
X