• Rabu, 28 September 2022

Sidang Dugaan Korupsi e-KTP, Saksi Beberkan Persiapan Lelang e-KTP

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:51 WIB
Sidang Dugaan Korupsi e-KTP
Sidang Dugaan Korupsi e-KTP

HARIANTERBIT.com - Pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong menyampaikan bahwa pertemuan pertama di Ruko Fatmawati, Jakarta Selatan tidak mengatur siapa pemenang lelang. Pertemuan Fatmawati dilakukan untuk penjajakan awal dari berbagai perusahaan untuk bersama-sama membahas persiapan lelang e-KTP.

“Saya menyediakan tempat di ruko Fatmawati untuk membahas soal e-KTP. Penjajakan awal, menggali informasi tender, jadi kita bahas bagaimana uji petik yang pernah dilakukan Johanes Tan, teknologi AFIS, membuat POC dan membuat demo-demo,” jelasnya dalam sidang e-KTP dengan terdakwa Husni Fahmi, Ketua Tim Teknis Pengadaan Barang dan Jasa e-KTP Kemndagri dan Isnu Edhy Wijaya, mantan Direktur Utama PNRI, Senin, 15 Agustus 2022.

Menurutnya kalau bertemu di tempat lain agak sulit, misalnya di Gedung PNRI harus izin dulu. Maka ia pun berinisiatif menyediakan tempat sebuah ruko (rumah toko) di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Sembako Murah OK OCE Besutan Sandiaga Uno Bagi Peserta Donor Darah di Festival Entrepreneur Indonesia

Ia memfasilitasi tempat pertemuan, menggaji beberapa orang staf yang membantu pertemuan, sekaligus menyediakan laptop bagi orang-orang BPPT yang melakukan persentasi teknologi e-KTP dalam pertemuan tersebut.

Ruko Fatmawati milik Andi sebelumnya tidak ada jaringan wifi, tidak ada perlengkapan komputer. Atas permintaan dari peserta, Andi menyediakan perangkat komputer dan wifi.

Johanes Tan yang sudah memiliki pengalaman dalam hal uji petik melalui PT Karatama yang melead pertemuan tersebut, dengan mengundang berbagai pihak, ada dari PNRI, Sucofindo, BPPT dan sebagainya.

Andi sendiri memang berkeinginan untuk bisa ikut mendapatkan pekerjaan di e-KTP. Saat itu ia membawa perusahaan percetakan PT Wijayakusuma. Namun adanya ketentuan bahwa yang boleh ikut adalah perusahaan yang memiliki pengalaman dalam hal percetakan kartu, ia mengurungkan niatnya.

Baca Juga: Sempat Viral Jadi Korban Mafia Tanah, Rumah 2 Dokter di Malang Dieksekusi, Banyak Kejanggalan dan Cacat Hukum

“Akhirnya saya bergabung dengan Johanes Marlim, untuk penyediaan AFIS,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X