• Selasa, 4 Oktober 2022

Rugikan Negara Rp78 Triliun, Buronan Surya Darmadi Masih Bebas Berkeliaran

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:55 WIB
Surya Darmadi, buronan kelas kakap yang rugikan negara Rp78 tiriliun, diduga berada di Singapura. (Dwi Narwoko)
Surya Darmadi, buronan kelas kakap yang rugikan negara Rp78 tiriliun, diduga berada di Singapura. (Dwi Narwoko)

HARIANTERBIT.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan masih terus mencari keberadaan tersangka sekaligus buronan, Suryadi Darmadi. KPK telah meminta bantuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham untuk melacak jejak-jejak pelarian Surya Darmadi.

"KPK sampai hari ini terus bekerjasama dengan pihak Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Imigrasi maupun kementerian terkait khususnya, di mana kira-kira tempat pelarian saudara SD tersebut," kata Firli usai meresmikan Gedung baru Rupbasan KPK, di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (10/8/2022).

Tak hanya itu, kata Firli, KPK sejak awal sudah menerbitkan surat permintaan bantuan kepada Polri dan Interpol untuk mencari keberadaan Surya Darmadi. Namun memang, KPK belum mendapat informasi pasti soal keberadaan buronan kelas kakap tersebut.

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Suap Izin Alfamidi ke Mantan Walkot Ambon

"Sejak awal sudah menerbitkan surat permintaan bantuan kepada Polri maupun kepada Interpol terkait dengan pencarian tersangka dan atau DPO yang termasuk dari saudara SD itu," ungkapnya.

Di Bali

Belakangan ini, beredar informasi Surya Darmadi sedang berada di Bali. Sosok yang mirip dengan Surya Darmadi tampak di Bandara I Gusti Ngurah Rai. KPK masih menelusuri informasi tersebut. Kata Firli, pihaknya akan menangkap Surya Darmadi jika sudah diketahui keberadaannya.

"Kami pastikan setiap tersangka, jikalau diketahui tempatnya pasti kita tangkap," pungkasnya.

Saat ini KPK telah menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014. KPK juga menetapkan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta dan korporasi PT Palma Satu sebagai tersangka.

Penetapan tersangka tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun; Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Gulat Medali Emas Manurung; dan Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau, Edison Marudut Marsadauli Siahaan.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

KPK Sebut Formula E Masih Tahap Penyelidikan

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:58 WIB
X