• Selasa, 4 Oktober 2022

Survei IPS: Kepuasan Publik Menurun, Peneliti: Kinerja Jokowi Bidang Ekonomi Jeblok

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:46 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi.  (youtube sekretariat presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (youtube sekretariat presiden)

HARIANTERBIT.com - Peneliti senior Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin menyarankan Indonesia Polling Stations (IPS) juga mempublikasikan persepsi masyarakat terkait kinerja Jokowi di bidang ekonomi. Karena dipastikan kinerja Jokowi di bidang ekonomi lebih jeblok lagi dibandingkan bidang penegakan hukum.

“Alasan kinerja Jokowi di bidang ekonomi makin jeblok karena ketika harga minyak goreng makin mahal dan semua harga naik tidak ada upaya yang dilakukan Jokowi. Justru pemerintah Jokowi malah menaikkan pajak PPN, imbasnya daya beli masyarakat terpukul," tegasnya kepada Harian Terbit, Rabu (10/8/2022).

Aminudin mengemukakan hal tersebut terkait hasil survei IPS soal tingkat persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres Ma'ruf Amin. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin turun menjadi 60,8%. Padahal hasil survei IPS pada Juni lalu tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi=Ma'ruf Amin mencapai 62,3%.

Baca Juga: Motif Bigadir J Dibunuh Karena Perkosaan, Perselinguhan Atau Cinta Segi Empat

"Sayang yang dipublikasi IPS hanya bidang pertahanan keamanan. Tapi dibidang penegakan hukum prosentase yang tidak puas lebih 47%. Ini suatu krisis kepercayaan rakyat yang tinggi pada kepempimpinan Jokowi. Harusnya kinerja di bidang ekonomi yang dinilai jeblok," ujar Aminudin.

Amburadul

Pengamat politik Rusmin Effendy mengatakan, terjadinya penurunan tingkat kepuasan kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin adalah sesuatu yang wajar. Pasalnya, periode kedua kepemimpinan presiden memang berbeda dengan periode pertama. Pada periode pertama pemerintah akan berusaha mewujudkan janji - janji kampanye yang hingga kini juga belum terealisasi. Sementara untuk periode kedua cenderung lebih ke pencitraan.

"Kalau periode kedua itu hanya melanjutkan program saja, bukan masa kejayaan. Apalagi kinerja pemerintahan periode kedua paling amburadul. Jadi, wajar saja tingkat kepercayaan dan kepuasan publik menurun," ujarnya.

Baca Juga: Rizal Ramli Kritik Pemimpin Sok Merakyat Tapi Anti Rakyat

Selain itu, lanjut Rusmin, pemerintah hanya sibuk membuat pencitraan seolah-olah pro rakyat. Padahal, tidak ada program yang langsung bersentuhan dan bisa dinikmati rakyat secara langsung.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

KPK Sebut Formula E Masih Tahap Penyelidikan

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:58 WIB
X