• Kamis, 29 September 2022

Sidang Kasus `Jin Buang Anak` Edy Mulyadi, Pengacara: Maksudnya Tempat Sepi dan Jauh

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:08 WIB
Edy Mulyadi (tengah)  (PR)
Edy Mulyadi (tengah) (PR)

HARIANTERBIT.com - Sidang lanjutan kasus `tempat jin buang anak` Edy Mulyadi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ad charge yang memberikan pembelaan terhadap Edy Mulyadi digelar pada Selasa 10 Agustus 2022.

Dalam sidang itu, hadir dua saksi dalam sidang, yaitu pengacara Ahmad Khozinudin dan wartawan Hersubeno Arief.

Ahmad membeberkan, saat menjadi saksi yang meringankan dalam sidang lanjutan kasus ‘jin buang anak’ dengan terdakwa Edy Mulyadi, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, ia menjelaskan maksud dari kata tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Diingatkan Berhati-hati Memilih Jasa Asuransi Guna Hindari Penipuan Asuransi

Menurut Ahmad ujaran jin buang anak itu lazim. Dasar dari makna tersebut, seperti dikatakan Ahmad kepada awak media adalah karna dilihat dari lokasi calon Ibu Kota Negara (IKN) yang sepi dan jarak yang jauh dari Jakarta.

Tempat yang sepi dan jauh inilah yang disebut sebagai lokasi tempat jin buang anak.

“Dan adapun ujaran jin buang anak itu lazim. Saya terangkan tadi penjelasannya adalah karena ibukota itu pindah dari Jakarta ke Kalimantan, yang di Kalimantan itu baru hutan, ada tambang, ada lubang tambang. Kan itu sepi, jauh dari Jakarta, ngeri kita datang ke sana. Maka lokasi seperti itulah yang disebut sebagai lokasi tempat jin buang anak,” jelas Ahmad.

Ahmad juga membeberkan ihwal Edy yang mengatakan Kalimantan hanya ada hutan dan tambang. Ucapan Edy itu berdasar pada data yang dikutip dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Sehingga tidak pantas juga menurut Ahmad jika kasus Edy di bawa ke dalam delik penyebaran berita bohong, kebencian, dan sara.

Baca Juga: Hari ini, Sejuta Buruh Akan ‘Grudug’ Jakarta Tuntut UU Cipta Kerja Dicabut

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia

Rabu, 28 September 2022 | 22:05 WIB
X