• Senin, 26 September 2022

Hari ini, Sejuta Buruh Akan ‘Grudug’ Jakarta Tuntut UU Cipta Kerja Dicabut

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:47 WIB
Hari ini sekitar sejuta buruh yang ada di Wilayah Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan menggelar unjukrasa di depan Gedung DPR RI, Senayan.
Hari ini sekitar sejuta buruh yang ada di Wilayah Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan menggelar unjukrasa di depan Gedung DPR RI, Senayan.

HARIANTERBIT.com - Hari ini sekitar sejuta buruh yang ada di Wilayah Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan menggelar unjukrasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, menuntut agar UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dianggap menyengsarakan para buruh dicabut.

Sejak tiga hari lalu, para buruh sudah melakukan long march dari Bekasi ke Jakarta. Mereka akan bertemu di titik kumpul di depan Bundaran HI dan usai zuhur akan berjalan kaki menunju ke DPR RI, untuk berdemonstrasi dan berorasi di sana.

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Kunci Keberhasilan Pengembangan UMKM

Kepada pers, beberapa hari yang lalu, Ketua Konfederasi Serikat Perkerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menayatakan, tekad para buruh untuk melawan UU Cipta Kerja tersebut. Karena UU itu dirasakan tidak mensejahterakan buruh tetapi malah menyengsarakan.

“Kita akan berjuang keras dan lama menolak UU tersebut dan berjuang agar dicabut. Kita tidak tahu, berhasl atau tidak. Yang penting kita harus tegas tidak bisa menerima UU yang tidak bersahabat dengan para buruh dan pekerja di tanah air,” katanya.

Baca Juga: Mulai Bergerak, Baralangga Deklarasi Airlangga Capres 2024

Rencananya, aksi para buruh yang dimulai di depan Hotel Indonesia itu mulai jam 10.00 hingga 12.00. Sambil menunngu teman-teman yang lain, mereka akan berorasi. Setelah itu secara bersama-sama menuju ke DPR RI yang berjarak sekitar 5,2 Km dari Bundaran HI.

Heboh sejak awal

Kehebohan UU tersebut sudah mulai sejak masih di DPR RI. Masyarakat buruh menilai UU itu tidak berpihak kepada kepentingan mereka. Hanya memberian kemudahan kepada para pemilik modal agar bisa membuka usahanya dengan mudah di Indonesia.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X