• Senin, 26 September 2022

Rakyat Jelata Gelar Aksi Sejuta Motor Menuju Istana

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:44 WIB
Istana negara /Indonesia.go.id/pikiran-rakyat.com
Istana negara /Indonesia.go.id/pikiran-rakyat.com

HARIANTERBIT.com - Sejumlah orang yang menamakan dirinya dari Kumpulan rakyat jelata berencana melakukan aksi sejuta motor menuju Istana pada 13 Agustus 2022 mendatang.

Koordinator aksi, Dodi Permana mengemukakan, aksi itu dilakukan membuka hati nurani para pembesar terkait derita yang dialami rakyat saat ini.

“Kami Rakyat Jelata adalah rakyat biasa (bukan bangsawan, bukan juga hartawan) tapi kumpulan orang kebanyakan. Sangat merasakan kehidupan yang sangat susah dan menderita tanpa penghasilan yang jelas. Namun dalam kondisi krisis sekarang, para pejabat semakin kaya, para pengusaha kaya dan keluarganya berfoya-foya,” kata Dodi dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Terbit, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Pernyataan Menteri Luhut Soal Utang RI Terkecil di Dunia Dipertanyakan

Lebih miris lagi, kata Dodi, salah satu pengusaha malah mengondol uang negara sebanyak 54 Triliun, total kerugian 76 Triliun. Disamping itu dimasa sekarang Korupsi juga meraja lela, konon anak Presiden pun diduga KKN.

“Tentunya sangat miris uang sebanyak itu yang seharusnya dapat membuat kami rakyat jelata bisa bernafas, namun dengan enak mereka merampoknya. Sementara Pemerintah tidak berdaya mencegah ataupun menangkap pelaku,” paparnya.

Mafia Minyak

Sebelumnya pemerintah juga tidak berdaya menangkap mafia minyak goreng, sehingga menimbulkan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng selama 6 bulan, berakibat naiknya harga kebutuhan lainnya sampai sekarang tidak lagi turun. Kami rakyat jelata yang menderita.

Baca Juga: PKS: Stop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

Walaupun sementara yang naik adalah harga BBM non subsidi, termasuk solar juga berdampak terhadap rakyat jelata karena berebut BBM subsidi, yang juga direncanakan akan naik berakibat naiknya biaya transportasi yang menambah kenaikan barang kebutuhan lainnya. “Bagi kami bagaikan sudah jatuh ketimpa tangga lagi,” papar Dodi.

Sayangnya, lanjut Dodi, kondisi ini kami ikuti hanya dipandang sebelah mata oleh penguasa, para pejabat negeri yang pintar-pintar dan bergaji tinggi melalui berbagai pencitraan, lalu menyatakan kondisi baik-baik saja.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X