• Minggu, 25 September 2022

Soal Latihan Super Garuda Shield, AS Hikam Pertanyakan Tidak Diikutserakannya China dan Rusia

- Senin, 8 Agustus 2022 | 20:32 WIB
Jenderal Andika Perkasa bersama Komandan Jenderal Angkatan Darat Pasifik Amerika Serikat, Jenderal Charles Flynn menbuka Latgabma Super Garuda Shield 2022 yang dilaksanakan di Puslapur Kodiklat Kabupaten OKU Timur. (Humas Sumsel)
Jenderal Andika Perkasa bersama Komandan Jenderal Angkatan Darat Pasifik Amerika Serikat, Jenderal Charles Flynn menbuka Latgabma Super Garuda Shield 2022 yang dilaksanakan di Puslapur Kodiklat Kabupaten OKU Timur. (Humas Sumsel)

HARIANTERBIT.com - Ternyata China dan Rusia tidak diikutkan pada Latihan militer gabungan tahunan Super Garuda Shield. Padahal, Indonesia memiliki kerja sama bilateral dengan dua negara tersebut.

Latihan gabungan militer pada Super Garuda Shield ini diikuti 14 negara yakni, Indonesia, AS, Kanada, Perancis, India, Malaysia, Selandia Baru, Korea Selatan, Papua Nugini, Timor-Leste, Inggris, Australia, Singapura, dan Jepang.

Padahal Presiden Jokowi kerap menegaskan bahwa Indonesia harus menjaga hubungan baik dengan empat poros negara dunia. Empat poros yang dimaksud adalah China, Rusia, Asean, dan Amerika.

Baca Juga: Effendi Simbolon Pertanyakan Pemindahan Lokasi Latihan Super Garuda Shield

Apakah latihan perang militer gabungan tahunan Super Garuda Shield ini akan berdampak negatif terhadap hubungan Indonesia dan China serta Rusia? Ada apa dengan Panglima TNI? Kenapa berbeda arah dengan kebijakan pokok presiden?

Tokoh politik dari Nahdlatul Ulama, Muhammad AS Hikam mengatakan, Indonesia sebagai negara berdaulat berhak melakukan latihan perang dengan negara manapun, termasuk China dan Rusia. Latihan perang bisa melibatkan satu negara atau lebih.

“Indonesia berhak melakukan latihan perang dengan sesama sahabat, mau Rusia, China, Amerika, dan Inggris. Boleh-boleh saja. Bisa gabungan, bisa sendiri-sendiri. Kemungkinan bisa juga kalau misalnya China ngajak indonesia dan Rusia atau china dengan Korea Utara. Itu kan bisa saja,” ujar AS Hikam kepada wartawan saat dihubungi, Senin, 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Kasal Pimpin Langsung Operasi Amfibi di Latgabma Super Garuda Shield 2022 

Menurut As Hikam, agak sulit terwujud jika, misalnya, China dan Rusia dilibatkan dalam latihan militer gabungan tahunan Super Garuda Shield. Sebab, tiga negara itu memiliki masalah masing-masing.

“Untuk mengatakan tidak mungkin, itu sangat sulit karena negara-negata itu sedang punya masalah masing-masing. Tapi, pada prinsipnya boleh apa tidak, ya boleh-boleh saja, sama-sama negara berdaulaulat,” katanya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Minggu, 25 September 2022 | 16:34 WIB
X