• Senin, 26 September 2022

Bharada E Sebut Ferdy Sambo Ada di Lokasi Kejadian Penembakan Brigadir J

- Senin, 8 Agustus 2022 | 13:21 WIB
Irjen Ferdi Sambo saat memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pembunuhan dengan tersangka Bharada E.  (ikbal muqorobin)
Irjen Ferdi Sambo saat memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pembunuhan dengan tersangka Bharada E. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Kuasa hukum tersangka Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, menyatakan kliennya melakukan penembakan terhadap Brigadir J atas perintah atasan. Seperti diketahui, atasannya adalah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Dia juga menyebut, saat itu Bharada E dalam tekanan untuk melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

"Info hari ini dari keterangan Bharada E, dapat perintah menembak dari atasan. Pelaku yang menembak lebih dari satu, tidak ada tembak menembak," ujar Boerhanuddin saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).

Boerhanuddin menerangkan, saat peristiwa terjadi bahkan ada Ferdy Sambo di lokasi kejadian. Namun, dia enggan membeberkan apakah pria yang akrab disapa Sambo itu turut melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Copot Sejumlah Perwira Hingga Pati, IPW: Kapolri Jaga Marwah Polri

"Yang pertama menembak Bharada E, selanjutnya pelaku lain," jelas dia.

Di sisi lain, hari ini pihak Bharada E akan mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengajukan perlindungan sebagai saksi kunci. Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo sendiri sudah menyatakan, seorang tersangka dapat tetap diberikan perlindungan dengan syarat mengajukan diri sebagai justice collaborator.

Dalam tahapannya, LPSK akan memeriksa Bharada E terlebih dahulu usai pengajuan tersebut. Di sisi lain, koordinasi dengan pihak penyidik untuk mengetahui perkembangan proses hukum yang berjalan juga dilakukan.

Menurut Hasto, pihaknya tidak akan berlama-lama memutuskan apakah Bharada E dapat diberikan perlindungan sebagai saksi kunci. Terlebih, dari awal pengajuan yang dilakukan Bharada E, LPSK hanya memiliki waktu 30 hari untuk memutuskan.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Suaranya Mengecil

Senin, 26 September 2022 | 14:50 WIB

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB
X