• Senin, 8 Agustus 2022

Komnas HAM: Pukul 15:30 WIB Putri Candrawathi Bersama Brigadir J dan Lainnya Tiba di Rumah Pribadi

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:59 WIB
Polisi berdatangan untuk melakukan olah TKP di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.  (ikbal muqorobin )
Polisi berdatangan untuk melakukan olah TKP di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. (ikbal muqorobin )

HARIANTERBIT.com - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan rentang waktu peristiwa itu diperkirakan hanya terjadi sekitar 30 menit. Ini berdasarkan dari hasil rekaman CCTV yang disinkronkan dengan beberapa petunjuk keterangan. 

 
Peristiwa tersebut terhitung sejak istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan beserta rombongan termasuk Brigadir J sampai mereka keluar rumah menuju rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga. 
 
"Maka sekarang fokus kita sekarang adalah antara rumah pribadi ke rumah dinas, yaitu antara jam 17:00 sampai kemudian sampai 17.30 atau berapa, yang itu waktunya sangat singkat," kata Taufan dalam sebuah diskusi virtual 'Menguak Kasus Kematian Brigadir J' , Jumat, 5 Agustus 2022. 
 
Taufan pun merinci rangkaian waktu dan peristiwa hingga Brigadir J dilaporkan tewas. Berikut rangkaian waktu peristiwa pada Jumat, 8 Juli 2022;
 
Pukul 15:26 - 15:28
 
Irjen Ferdy Sambo masuk ke dalam rumah pribadi bersama ajudan bernama Deden dan satu orang petugas PCR.
 
"Jadi kayanya mereka sudah menyiapkan petugas PCR karena rombongan Ibu mau dateng. Masuk itu Pak Sambo dengan krunya tadi ke dalam rumah, dan menuju ruang istirahatnya," kata Taufan.
 
Pukul 15:30 
 
Putri Candrawathi tiba di rumah pribadi bersama rombongan dari Magelang, Jawa Tengah. Dalam rombongan terdapat Brigadir J, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan asisten rumah tangga serta beberapa orang yang bekerja di rumah tersebut. 
 
"Jadi mereka pada nurunin barang, Yosua dan Bharada E nurunin barang, mereka beres-beres. Ibu PC PCR, jadi PCR di belakang rumah, di rumah pribadi. Setelah itu beruntut ada ART, Yosua juga keliatan di situ PCR, Bharada E atau Richard itu keliatan PCR," terang dia. 
 
Setelah PCR dilakukan semua istirahat. Ajudan dan ART serta sejumlah orang berada di bagian depan rumah. 
 
"Tapi tidak terlihat di CCTV, hanya keterangan mereka. Ibu masuk dalam kamar," imbuh Taufan.
 
Pukul 16:31
 
Brigadir J menerima telepon dari kekasihnya, Vera Simanjuntak. Vera memberikan keterangan kepada Komnas HAM saat menelepon Brigadir J terdengar suara riuh orang tertawa. 
 
"Jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya. Biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas," ungkap dia. 
 
Pukul 17:01
 
Putri Candrawathi dan rombongan bergerak menuju rumah dinas menggunakan mobil. Berselang beberapa menit, Irjen Ferdy Sambo juga tampak keluar dari rumah pribadi dengan tujuan yang berbeda. 
 
"Tetapi baru berapa menit dia berjalan, dalam CCTV itu berhenti. Nah kemudian berbalik mobilnya itu. CCTV gak bisa menjelaskan apa-apa. Tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya, ada kejadian itu, itu versi dia," jelasnya. 
 
Tidak lama dari itu, Taufan mengatakan Putri Candrawathi terlihat kembali ke rumah pribadi. Itu terlihat dari rekaman CCTV. 
 
"Nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu sampai dua orang yang di belakangnya," ucap Taufan. 
 
 
Dari CCTV yang lain, Taufan tidak menjelaskan tempat CCTV, mobil Provos dan mobil patroli terlihat hilir mudik. Terlihat juga mobil ambulans saat itu. 
 
"Kemudian CCTV lainnya memperlihatkan mobil Provos hilir mudik, mobil patroli hilir mudik, yang dikatakan bahwa mereka ditelepon. Dan heboh lah ya ngurusin itu lalu ada kelihatan mobil ambulans kurang lebih jam tujuh-an (malam) sampai direkam semua sampai di RS Bhayangkara," kata Taufan. 
 
Taufan mengatakan kendala bagi Komnas HAM adalah peristiwa di dalam rumah dinas tidak didapatkan secara visual karena disebutkan CCTV di rumah tersebut rusak.
 
Informasi mengenai peristiwa di dalam rumah hanya didasarkan pada keterangan dari Bharada E, ajudan bernama Ricky. Sedangkan keterangan dari Putri Candrawathi belum dikantongi Komnas HAM.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

HNW Mengutuk Keras Israel Yang Kembali Meneror Gaza

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:32 WIB

Vaksinasi Booster Untuk Anak Harus Dipercepat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 15:39 WIB
X