• Rabu, 10 Agustus 2022

PPATK: Ada 176 Lembaga Filantropi Diduga Menyimpang

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:15 WIB
Gedung PPATK
Gedung PPATK

HARIANTERBIT.com - Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyebutkan bahwa ada 176 lembaga filantropi yang diduga melakukan penyimpangan dalam penyaluran dana sosial sebagaimana halnya yang diungkap dari sepak terjang lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Berkas terkait hal itu sudah diserahkan Ivan kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma di kantornya, Salemba, Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2022.

"Ada 176 yang nanti saya lihat, belum saya buka masih harus saya pelajari kemudian dan ada internal. Nah Beliau menyerahkan ke saya," kata Risma soal laporan dari PPATK itu.

Baca Juga: Denda Pajak Kendaraan Belum Uji Emisi Desember 2022

Disebutkan pula bahwa Ivan menjelaskan tentang dokumen yang diserahkan itu perlu diteliti dan ditindaklanjuti oleh Kemensos. "Pada kasus yang terakhir dan seperti yang disebutkan Mensos tadi ada 176 entitas lainnya diserahkan ke Beliau untuk diperdalam selain kasus yang marak saat ini yang ditangani teman-teman Bareskrim," ujar Ivan di Jakarta.

Ia menjelaskan modus dari yayasan itu memang tidak jauh berbeda dengan yang telah dilakukan oleh ACT.

"Ya rata-rata memang modusnya adalah sama ya penggunaan dana yang dihimpun publik itu tidak sesuai dengan peruntukan semestinya ada yang lari ke pengurus," katanya.

Baca Juga: Konsep Penutupan ASEAN Para Games 2022 Masih Rahasia dan akan Ditutup Presiden Jokowi

Singkatnya adalah dana yang telah dihimpun dari masyarakat untuk kepentingan orang yang membutuhkan ternyata bukan dimanfaatkan dengan baik. "Jadi kita melihat pengelolaan dana itu tidak terlalu dipergunakan untuk kepentingan-kepentingan yang sesungguhnya sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Kemensos, kurang lebih seperti itu ya," katanya lagi.

Terpisah, pengamat kebijakan publik Aminudin mengatakan, harusnya PPATK fokus untuk mengurus yang terkait dengan uang negara yang disalahgunakan. PPATK bisa mengurusi aliran dana terutama yang nilainya besar seperti kasus korupsi para cukong atau bos Duta Palma yang sedang diusut oleh Kejaksaan Agung.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X