• Kamis, 18 Agustus 2022

PKS: Kurang Logis Menaikan BBM Saat Harga Migas Dunia Turun

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:47 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto

HARIANTERBIT.com - Seiring turunnya harga minyak dunia, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menilai kurang logis kalau Pemerintah malah menaikannya. Mulyanto justru minta Pemerintah menurunkan harga BBM nonsubsidi. Ia minta Pemerintah konsekuen dengan pola penghitungan harga jual BBM nonsubsidi yang mengikuti harga minyak dunia.

"Pemerintah jangan mau enaknya sendiri. Saat harga minyak dunia tinggi, harga BBM nonsubsidi dinaikan. Sekarang saat harga minyak dunia turun, harga BBM bersubsidi tetap tinggi juga," kata Mulyanto di Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2022.

Mulyanto mempertanyakan alasan Pemerintah menaikan harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia turun. Menurutnya, keputusan Pemerintah menaikan harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia turun tidak logis dan merugikan masyarakat.

Baca Juga: Melestarikan Tanaman Khas Papua, Satgas Yonif Raider 142/KJ Tanam Bibit Pinang

Pemerintah harusnya meringankan beban masyarakat. Bukan justru menambah berat.

"Jadi terkesan janggal, saat harga minyak dunia turun malah menaikan harga jual BBM nonsubsidi," tegas Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan Pemerintah bahwa keputusan menaikan harga BBM nonsubsidi secara beruntun dan serempak untuk beberapa varian dapat memicu inflasi. Ia khawatir kenaikan harga BBM nonsubsidi ini akan mendorong masyarakat bermigrasi mengkonsumsi ke BBM bersubsidi. Bila hal tersebut sampai terjadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kekurangan stok BBM bersubsidi.

"Sebab kuota BBM bersubsidi kan terbatas. Bahkan kabar terakhir menyebutkan cadangan BBM bersubsidi kita hanya cukup sampai bulan November," terang Mulyanto.

Baca Juga: KPK Ungkap Modus Korupsi Proyek Pengadaan Helikopter TNI-AU

Seperti diketahui pada Juli 2022 harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar USD 106,7 per barel. Harga itu telah mengalami penurunan sebesar USD 10,89 per barel dari harga bulan sebelumnya yaitu USD 117,62 per barel.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Bharada E Minta Keluarganya Juga Dilindungi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:15 WIB

LPSK: Rutan Bareskrim Tidak Ideal Buat Bharada E

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:03 WIB

Kasad Ajak Masyarakat Menjaga dan Merawat Persatuan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:11 WIB
X