• Rabu, 10 Agustus 2022

Pengamat Intelijen Apresiasi Sikap Tegas dan Independensi Kapolri dalam Kasus Brigadir J

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:36 WIB
Pengamat Intelijen Ngasiman Djoyonegoro
Pengamat Intelijen Ngasiman Djoyonegoro

HARIANTERBIT.com - Sejak peristiwa meninggalnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat, banyak pihak menyoroti kejanggalan kasus tersebut. Apalagi diumumkan tiga hari setelah peristiwa terjadi. Tidak heran hal ini membuat perhatian dan kritik publik terhadap kasus ini cukup tinggi.

Di tengah situasi itu, dukungan masyarakat untuk Polri yang lebih profesional sangatlah dibutuhkan sehingga proses penyidikan dapat berjalan secara lebih objektif dan independen. Publik berharap kasus tersebut memberikan rasa keadilan bagi korban.

Pengamat Intelijen Ngasiman Djoyonegoro menyampaikan bahwa Kapolri sudah mengambil sikap yang responsif, transparan, tegas dan independen. Komitmen Kapolri terlihat jelas dengan diawali pembentukan Tim Khusus (Timsus) yang bertugas untuk melaksanakan penyidikan independen. Termasuk, melibatkan stakeholders lain untuk memperkuat penyidikan seperti Komnas HAM dan Kompolnas serta membuka keterlibatan publik.

Baca Juga: 25 Polisi Terlibat Penanganan Kasus Brigadir J Diperiksa, Kapolri: Proses Pidana Jika Ditemukan Pelanggaran

Menurut Simon, panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro, setidaknya ada empat langkah strategis yang telah diambil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pertama, Kapolri dengan tegas mencopot Irjen Ferdy Sambo. Wakabareskrim Irjen Syahardiantono mengisi posisi yang ditinggalkan Sambo. Kapolri juga mengganti pejabat pada Karopaminal Divpropam Polri, dan sejumlah jabatan penting di Polres Jaksel.

Sebanyak 25 Anggota Polri lainnya yang dianggap menghambat penyidikan juga diperiksa dan terancam proses pidana. 25 Anggota Polri itu terdiri dari tiga jenderal polisi bintang satu, lima orang Kombes, tiga orang AKBP, dua orang Kompol, tujuh orang Pama, lima orang dari bintara dan tamtama.

“Meminimalisir konflik kepentingan dalam penanganan perkara kriminal harus diutamakan untuk menjamin independensi dalam penyidikan. Lebih dari itu, kode etik haruslah ditegakkan untuk menjaga integritas kelembagaan Polri,” kata Simon dalam keterangannya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Kedua, Kapolri mengizinkan untuk mengautopsi ulang jenazah Brigadir J di Jambi pada Rabu, 27 Juli 2022, untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kematian dari jenazah. Terbukti dari autopsi ulang itu, secara jelas terungkap bahwa korban mengalami kematian yang diakibatkan oleh luka tembakan dan luka bukan tembakan. Adanya kejelasan ini dapat memandu pada proses penyidikan yang lebih objektif.

Baca Juga: Kapolri Resmi Copot Irjen Ferdy Sambo Sebagai Kadiv Propam

Ketiga, menyampaikan informasi perkembangan terkini penanganan penyidikan kasus Brigadir J kepada publik. Hal ini berarti bahwa transparansi tidak hanya terkait dengan kelembagaan Polri, tetapi juga terkait dengan kinerja penyidikan yang dilakukan oleh Anggota Polri terhadap Anggota Polri lainnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Terkini

Jalin Kekuatan Baru, Perpusnas Kolaborasi dengan TNI

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:11 WIB
X