• Kamis, 1 Desember 2022

Irjen Sambo Diperiksa, Bharada E Jadi Tersangka, Mahfud: Kasus Brigadir J Bukan Kriminal Biasa

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:34 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

HARIANTERBIT.com - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi mengatakan, penyidik Dittipidum Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo sebagai saksi kasus polisi tembak polisi, Kamis (4/8) pukul 10.00 WIB.

Dalam perkara ini, kata Andi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam, pihaknya telah memeriksa sebanyak 42 saksi termasuk di dalamnya ahli-ahli seperti ahli biologi kimia, forensik, kedokteran forensik, dan laboratorium forensik.

Dari 42 saksi yang diperiksa itu, lanjut Andi, sudah termasuk 11 saksi dari pihak keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan tujuh ajudan Ferdy Sambo, salah satunya Bharada E yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Mohon Doa untuk Istri dan Anaknya

Namun, di antara para saksi yang telah diperiksa belum termasuk istri Irjen Ferdy Sambo berinisial PC. “Sampai saat ini untuk Ibu PC masih belum bisa dilakukan pemeriksaan,” ujar Andi.

Tersangka

Penyidik telah menetapkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E sebagai tersangka dalam kasus tembak menembak antaranggota yang terjadi di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) lalu, yang menewaskan Brigadir J.

Andi menegaskan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk saksi ahli, uji balistik, forensik dan kedokteran forensik termasuk penyitaan barang bukti, CCTV dan uji balistik, serta dilaksanakan gelar perkara sudah cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

“(Penetapan tersangka) terkait laporan polisi oleh keluarga Brigadir Yosua," kata Andi.

Pasal 338 yang disangkakan terhadap Bharada E tentang pembunuhan. Saat ditanyakan tembak menembak yang dilakukan Bharada apakah untuk bela diri seperti yang disampaikan awal kasus bergulir, jenderal bintang dua itu menegaskan tidak terkait dengan bela diri. “Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP, jadi bukan beladiri,” kata Andi.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Jokowi Diminta Lakukan Reshuflle Kabinet

Rabu, 30 November 2022 | 23:49 WIB

DPR Akan Tetap Sahkan RKUHP Meski Mendapat Penolakan

Rabu, 30 November 2022 | 23:43 WIB

Meski Mendapat Penolakan, DPR Tetap Akan Sahkan RKUHP

Rabu, 30 November 2022 | 11:40 WIB

Survei: AHY Cawapres, Anies Menang Pilpres 2024

Rabu, 30 November 2022 | 11:34 WIB
X