• Senin, 26 September 2022

Menteri Yaqut: Moderasi Beragama Jawaban Masalah Keagamaan

- Rabu, 27 Juli 2022 | 19:16 WIB
Menteri Agama saat menjadi pembicara kunci dalam "International Conference on Religious Moderation" (ICROM) 2022 di Ancol
Menteri Agama saat menjadi pembicara kunci dalam "International Conference on Religious Moderation" (ICROM) 2022 di Ancol

HARIANTERBIT.com - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan moderasi beragama adalah jawaban atas masalah keagamaan yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

Ia berharap program moderasi beragama yang diupayakan Kementerian Agama (Kemenag) dapat terus digalakkan agar masyarakat dapat hidup dengan nyaman dan damai.

“Sejujurnya, ada banyak potensi konflik di negara kita. Di beberapa wilayah, terjadi friksi, bahkan konflik fisik, yang dipicu atau diliputi isu agama,” ucap Yaqut saat menjadi pembicara kunci dalam "International Conference on Religious Moderation" (ICROM) 2022 di Ancol, Rabu, 27 Juli 2022.

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Duit ke eks Wali Kota Ambon dari Pekerja Proyek di Pemkot

Sebab itu, ia melanjutkan, agar konflik tidak meluas dan melahirkan kerusakan yang lebih besar diperlukan cara pandang yang moderat, yang menjadi semangat moderasi beragama.

“Saya tegaskan, moderasi beragama adalah salah satu solusi terbaik saat ini. Dengan moderasi beragama, kita memiliki cara pandang dan sikap yang adil, seimbang, toleran, menghindari kekerasan dan cinta tanah air. Itulah yang disebut moderasi beragama,” ucapnya lagi.

Demikian juga disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, saat membuka ICROM 2022.

"Kami percaya moderasi beragama adalah solusi terbaik untuk menghadapi perbedaan pandangan keagamaan. Berbagai upaya pun telah kami lakukan untuk menyebarluaskan moderasi beragama, seperti mendorong guru agama dan penyuluh agama agar lebih aktif membuat konten atau dakwah digital yang bermuatan moderasi beragama,” ucap Kamaruddin.

Baca Juga: Melanggar Pantangan Bulan Suro? Ini yang akan Terjadi

ICROM 2022 ini pun, kata Kamaruddin, adalah bagian dari agenda penguatan moderasi beragama. “ICROM 2022 meruapkan forum untuk membahas dan mengumpulkan berbagai pemikiran dan pengalaman tentang moderasi beragama. Informasi dari panitia kami telah menerima 201 makalah. Namun karena keterbatasan tempat, kami hanya dapat mengundang 72 makalah untuk dipresentasikan pada konferensi ini,” terangnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB

Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Minggu, 25 September 2022 | 16:34 WIB
X