• Senin, 26 September 2022

Pledoi dr Bakhrizal MKM : Saya Menyelamatkan Nyawa Masyarakat, Saya Bukan Koruptor

- Kamis, 21 Juli 2022 | 13:51 WIB
Pengadilan Tinggi Jakarta Pangkas Vonis Eks Dirut Asabri Adam Rahmat Damiri Jadi 15 Tahun Penjara (Ilust/PR)
Pengadilan Tinggi Jakarta Pangkas Vonis Eks Dirut Asabri Adam Rahmat Damiri Jadi 15 Tahun Penjara (Ilust/PR)

HARIANTERBIT.com - Saat pandemi melanda negeri, semua orang lari dan takut mati. Saat itu petugas kesehatan tetap berdiri. Bertaruh nyawa berhadapan langsung dengan penyakit Covid-19 dan menanggulangi penyebarannya di tengah masyarakat. Namun setelah pandemi teratasi, bukan ucapan terima kasih yang didapatkan, tapi justru jeruji besi dan bui. 

Demikianlah pledoi menyentuh hati yang disampaikan dr Bakhrizal MKM dalam sidang di Pengadilan Tipikor Padang, Sumatera Barat, pada Senin 18 Juli 2022 lalu. Pembacaan pledoi setebal 26 halaman itu membuat suasana sidang menjadi hening. Sebagian pengunjung bahkan meneteskan air mata. Semua seakan larut dalam kesunyian. Tentang tragedi yang terjadi karena kriminalisasi.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh tersebut dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakumbuh satu tahun penjara. JPU mendakwa dr Bakhrizal melakukan belanja APD fiktif dengan nilai belanja Rp195 juta. Namun dalam persidangan terungkap secara nyata bahwa APD itu tidak fiktif dan dimanfaat oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: BNN Sepakat Putusan MK Tolak Legalisasi Ganja Medis

Perkara belanja APD fiktif yang diciptakan dan digunakan jaksa untuk menerungku dokter ini berawal saat pandemi Covid-19 memuncak di Payakumbuh menjelang akhir 2020. Saat itu APD berupa hazmat dan masker KN-95 sangat langka. Tenaga kesehatan sudah bertumbangan. 

Beberapa puskesmas terpaksa ditutup sementara agar tak menjadi kluster baru dalam penyebaran covid-19.

Darurat APD ditengah darurat Covid-19 akhirnya terjadi. Rapat Satgas Covid Kodya Payakumbuh yang diantaranya terdiri dari Walikota, Kepala Kejari, Kapolres dan Dandim akhirnya memutuskan agar segera didatangkan APD. Sebab, keadaan dianggap sudah sangat mendesak. 

Walikota Payakumbuh sebagai Ketua Satgas Covid akhirnya memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan mendatangkan APD. Walikota Payakumbuh merekomendasikan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar membeli APD dari Bunda Puteri di Bandung Jawa Barat. Sebab Bunda Puteri adalah teman walikota. Hal itu diakui juga oleh Walikota Payakumbuh dalam persidangan. 

Bakhrizal memenuhi perintah walikota memeriksa spek APD milik Bunda Puteri saat ia ke Jakarta memenuhi panggilan dinas Kementerian Kesehatan RI. Setelah memeriksa APD milik Bunda Puteri, saat kembali ke Payakumbuh Bakhrizal melaporkan kepada Walikota bahwa spek APD yang dimiliki Bunda Puteri memang sesuai standar yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI. 

Atas perintah Walikota Payakumbuh APD dari Bunda Puteri kemudian didatangkan melalui jalur darat.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB

Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Minggu, 25 September 2022 | 16:34 WIB
X