Mahfud Sebut Kasus Penembakan Brigadir J Banyak Kejanggalan, Keluarga: Di Tubuh Korban Ada Luka Tusuk dan Leba

- Kamis, 14 Juli 2022 | 12:58 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.  (ikbal muqorobin)
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. (ikbal muqorobin)

Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) meminta tim penyidik Polri menelusuri dugaan penghilangan barang bukti rekaman CCTV dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). Peneliti ICJR Iftitahsasi mengatakan terdapat sejumlah temuan yang menguatkan potensi obstruction of justice dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Menurutnya, potensi ini muncul setelah polisi menyatakan CCTV di kediaman Irjen Sambo rusak pada waktu kejadian. Sementara pada waktu yang bersamaan muncul informasi yang menyebutkan sejumlah CCTV di sekitar rumah Sambo digantikan tidak lama usai insiden berdarah itu.

"Oleh karena waktunya yang pas dan bersinggungan, perlu ada penelusuran lebih lanjut terkait klaim kerusakan CCTV. Untuk memastikan ada tidaknya potensi kesengajaan menghilangkan bukti rekaman CCTV atas kejadian ini," ujar Iftitahsasi dalam keterangannya, Rabu (13/7/2022).

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga Brigadir J, ditemukan sejumlah luka sayatan di bagian mata, hidung, mulut, dan kaki. Pihak keluarga juga sempat dilarang untuk melihat dan membuka pakaian jenazah.

"Pendalaman mengenai potensi penyiksaan atau tindakan sewenang-wenang yang dialami oleh Brigadir J harus menjadi catatan penyidik," ujarnya.

Peristiwa penembakan antaranggota Polri terjadi di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga No. 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB.

Penembakan terjadi antara Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadie J), ajudan drive caraka (ADV) istri Kadiv Propam Polri, dan Bharada E, ADV Kadiv Propam Polri. Kejadian tersebut mengakibatkan Brigjen Nopryansah tewas tertembak dengan tujuh lubang peluru di tubuhnya.

Adapun peristiwa itu dilatarbelakangi oleh pelecehan dan penodongan pistol yang dialami oleh istri Kadiv Propam Polri, Putri Ferdy Sambo. 

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:14 WIB

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB
X