• Rabu, 28 September 2022

KPK Dalami Aset Dugaan Pencucian Uang Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

- Kamis, 7 Juli 2022 | 14:34 WIB
Wali Kota Ambon nonaktif, Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka.  (PMJ News)
Wali Kota Ambon nonaktif, Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka. (PMJ News)

HARIANTERBIT.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendalami kepemilikan aset Wali Kota Ambon nonaktif, Richard Louhenapessy (RL) yang diduga berasal dari hasil pencucian uang. Hal tersebut didalami KPK, saat memeriksa empat orang dalam kapasitas mereka sebagai saksi.

"Diperiksa terkait dugaan penerimaan uang oleh RL selaku wali kota Ambon dan penelusuran aset-aset untuk pembuktian dugaan TPPU," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 7 Juli 2022.

Baca Juga: Pengamat: Buktikan Kinerja Terbaik, Wajar Airlangga Diinginkan Publik Jadi Capres 2024

Adapun, keempat saksi yang diperiksa yakni dua wiraswasta Shinta Mangkoedidjojo dan Patrick Alexander Hehuwat; staf Perkim Kota Ambon, Olla Ruipassa; dan pihak swasta Fahri Anwar. KPK menduga tersangka Richard telah menyamarkan aset hasil korupsinya.

Meski demikian, Ali enggan memerinci lebih lanjut aset Richard yang diincar penyidik. KPK memastikan, aset yang diduga masuk dalam pencucian uang itu bakal dipermasalahkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Kepemimpinan Erick Thohir Dinilai Berdampak Positif ke Perseroan

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Juli 2022. Keterangan mereka diperlukan guna melengkapi berkas perkara tersangka Richard Louhenapessy dan kawan-kawannya dalam kasus dugaan korupsi persetujuan prinsip pembangunan Gerai Alfamidi Tahun 2020.

KPK mengharapkan dukungan masyarakat, dimana jika memiliki informasi maupun data terkait aset yang terkait perkara ini dapat melapor.

Baca Juga: Warga Teriaki Ganjar Pranowo: Ganteng Tenan Kayak Arjuna, I Love You Full

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banyak Dikiritik, Program Kompor Listrik Dibatalkan

Rabu, 28 September 2022 | 09:25 WIB

DPR Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

Rabu, 28 September 2022 | 08:55 WIB
X