• Senin, 26 September 2022

Tentang Data Pemilih, KPU Gunakan Pendekatan Satu Pintu Lewat Dukcapil Kemendagri

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:37 WIB
Dirjen Zudan Arif Fakrulloh
Dirjen Zudan Arif Fakrulloh

HARIANTERBIT.com - Dirjen Zudan Arif Fakrulloh menilai frekuensi Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai penyelenggara Pemilu sudah sama.

"Hal ini akan memudahkan upaya untuk merapikan data penduduk dan daftar pemilih. Ini penting seperti halnya BPS pada Sensus Penduduk 2020 menggunakan sumber data dari Dukcapil dan BPS memberikan data balikan ke Dukcapil," kata Dirjen Zudan usai ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Data Kependudukan Dukcapil serta penyerahan hak akses NIK kepada KPU RI di Jakarta, Rabu, 29 Juni 2022.

Menurut Dirjen Zudan, semangatnya adalah sistem Adminduk Indonesia menggunakan sistem De Jure. Artinya status kependudukan seseorang itu tercatat pada tempat tinggal yang tertera dalam KTP-el dan kartu keluarga (KK).

Baca Juga: Prabowo 3 Kali Kalah Pilpres, Gandeng Cak Imin InsyaAllah Menang di Pemilu 2024

"Walaupun tidak sama namun diakui secara sistem dalam data base Dukcapil. Misalnya, penduduk yang ber-KTP DKI Jakarta tinggal di Bogor, secara kependudukan dia tinggal di DKI. Inilah hal yang harus kita cermati," tandas Zudan.

Pada kesempatan itu, Dirjen Zudan kembali menegaskan dukungan penuh Dukcapil di seluruh tanah air untuk peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

"Saya berada di belakang Bapak/Ibu KPU untuk menyusun daftar pemilih sementara/tetap dengan menyediakan data kependukan yang akurat," tukasnya.

Baca Juga: Ganjar, Puan atau Risma: Ini Capres PDIP Pilihan Mega

Zudan menyebutkan data kependudukan yang dikelola Dukcapil sudah dipakai oleh 5.335 lembaga di pusat dan daerah.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GIAK: Hentikan Diskriminatif Penanganan Kasus Impor Baja

Senin, 26 September 2022 | 07:54 WIB

Doa dan Zikir Akbar Mak Ganjar Untuk Pemilu 2024

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB

Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Minggu, 25 September 2022 | 16:34 WIB
X