• Minggu, 25 September 2022

Jika Tidak Berkoalisi, PDIP Kalah di Pilpres 2024

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:33 WIB
Ilustrasi PDIP
Ilustrasi PDIP

Jakarta, HanTer - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diperhitungkan dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 karena memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen. Meski begitu, diprediksi kuat akan kalah jika tak berkoalisi.

Pengamat Politik Hendri Satrio mengatakan, PDIP tetap harus berkoalisi dengan partai lain jika ingin mulus di pemilu 2024 mendatang. "Menurut hasil survei KedaiKOPI, PDI Perjuangan harusnya kerja sama. Karena kalau jalan sendiri walaupun bisa, akan kalah nantinya," ujar Hendri di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Pria yang juga pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini menilai, tingginya suara PDIP di peringkat teratas, akan membuat mereka akan selalu menjadi pertimbangan partai lain untuk berkoalisi. Terlebih, partai berlambang kepala banteng itu sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Baca Juga: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Medis, MUI Jangan Buat Fatwa, Pakar: Tak Urgen, Masih Banyak Obat Lain

"Kerja sama dengan PDIP akan memuluskan jalan partai politik lainnya untuk bisa memenangkan pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden," ujar Hendri.

Masalahnya sekarang adalah sosok yang akan diusung sebagai capres oleh PDIP. Saat ini, beredar dua nama yang berpeluang besar akan diusung mereka, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Ketua DPR Puan Maharani.

Meskipun Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri hingga saat ini belum mau mengumumkan nama tersebut. Ia menilai, sosok tersebut akan diumumkan jelang penutupan pendaftaran pasangan capres-cawapres pada 25 November 2023.

"Atau minimal mendekati penutupan pendaftaran calon presiden di 2023 nanti. Apapun itu PDI Perjuangan selalu menjadi pusat perhatian," ujar Hendri.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan kadernya untuk tidak main dua kaki. Megawati mengatakan, kader yang melakukan manuver sebaiknya keluar partai.

Tunggu Keputusan

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

BPH Migas Minta Warga Mampu Ubah Perilaku Konsumsi BBM

Jumat, 23 September 2022 | 18:53 WIB

Ulama 212 minta Connie Bakrie Berhenti Menyudutkan TNI

Jumat, 23 September 2022 | 16:16 WIB
X