• Selasa, 29 November 2022

Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Medis, MUI Jangan Buat Fatwa, Pakar: Tak Urgen, Masih Banyak Obat Lain

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:31 WIB
Polres Jakbar Sita Ratusan Kilo Daun Ganja Jaringan Sumatera-Jawa (SMSolo/dok)
Polres Jakbar Sita Ratusan Kilo Daun Ganja Jaringan Sumatera-Jawa (SMSolo/dok)

Jakarta, HanTer - Sejumlah pihak meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membuat fatwa baru mengenai penggunaan ganja untuk pengobatan atau alasan medis. Apalagi.ganja sudah jelas barang haram karena zatnya seperti babi yang haram. Suatu zat jika sudah haram maka sampai kiamat juga maka zat tersebut tetap haram

"Berbagai akal-akalan memang ada ulama yang mencoba menghalalkan babi dengan alasan medis. Bagaimanapun mayoritas ulama tetap mengharamkan babi dengan alasan apapun karena hakikatnya Allah SWT tidak menciptakan obat dengan apa yang diharamkan," ujar Novel Bamukmin, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 kepada Harian Terbit, Rabu (29/6/2022).

Novel menegaskan, ganja tetap saja haram walaupun untuk kebutuhan medis. Apalagi efeknya memabukkan dibandingkan dengan babi yang tidak memabukkan. Oleh karena itu ganja sangat berbahaya. Jika sudah berbahaya dengan menimbulkan kemudaratan maka jelas Islam akan mengharamkannya.

Baca Juga: Dampak Ekonomi Formula E Capai Rp2.6 T, SDR: Parameternya Gak Jelas, Angka Itu dari Mana ??

Novel menilai, jika dengan alasan medis ganja diperbolehkan atau dihalalkan maka penanaman dan peredaran ganja bakal semakin marak. Hal ini tentu sangat berbahaya karena sangat besar penyalahgunaan ganja. Polisi juga akan repot mengontrol karena semua yang menyalahin aturan akan beralasan untuk kepentingan medis.

Tidak Urgen

Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia, Rianto Setiabudy mengatakan, sikap konservatif lebih baik karena manfaat yang ditawarkan belum seimbang dengan risiko yang mungkin timbul karena penggunaan ganja sebagai obat.

Menurut Rianto, dilansir Kompas.com, hal ini pertimbangan risiko dan manfaat. Saat ini, kita melihat bahwa indikasi-indikasi yang diklaim dapat diobati dengan cannabis (ganja), untuk itu tersedia banyak pilihan obat lain yang telah dibuktikan aman dan efektif sehingga mendapatkan izin edar.

Dalam kondisi seperti ini, kita tidak melihat urgensi dalam hal ini (legalisasi ganja untuk medis). Lebih baik kita lebih konservatif, karena obat ini berpotensi untuk menimbulkan masalah, terutama terkait dampaknya pada masyarakat.

Rekomendasi

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

DPR Pastikan Pencopotan Hakim Aswanto Sesuai Mekanisme

Senin, 28 November 2022 | 16:12 WIB

Polisi Amankan 15 Orang Terlibat Makar

Senin, 28 November 2022 | 12:02 WIB

Gempa Cianjur, Korban Meninggal Dunia 321 Orang

Senin, 28 November 2022 | 11:51 WIB
X