• Kamis, 6 Oktober 2022

Kalah di Praperadilan, Bareskrim Segera Buat Sprindik Baru Kasus Kredit Macet PT Titan Infra Energy

- Rabu, 29 Juni 2022 | 13:48 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan.

"Menyatakan tindakan Termohon (Dirpidsus Bareskrim) yang melakukan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0753 /XII/2021/SPKT/BARESKRIM.POLRI tanggal 16 Desember 2021 adalah tidak sah dengan segala akibat hukumnya," demikian bunyi putusan PN Jaksel sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel.

"Menyatakan penggeledahan pada tanggal 21 April 2022 adalah tidak sah. Menyatakan penyitaan terhadap barang-barang dan/atau dokumen milik Pemohon dan milik anak-anak perusahaan Pemohon adalah tidak sah," kata hakim tunggal Anry Widyo Laksono.

Baca Juga: KIB Tidak Akan Calonkan Ganjar, Prabowo dan Cak Imin Jadi Capres 2024

PN Jaksel juga memerintahkan Polri segera mengembalikan barang-barang dan/atau dokumen milik PT Titan, dan milik anak-anak perusahaan PT Titan.

Sementara itu PT. Bank Mandiri Tbk selaku pihak yang melaporkan PT Titan Infra Energy merespon soal kasus yang tengah ditangani Bareskrim Polri itu. Bank Mandiri melalui keterbukaan informasi publik di Bursa Efek Indonesia menyatakan utang Titan kepada kreditur sindikasi berstatus non performing loa (NPL) alias macet.

Namun apa yang diungkap Bank Mandiri dibantah Direktur Utama Titan Darwan Siregar. Darwan menilai, pernyataan tersebut sebagai sangat normatif.

"Pernyataan NPL itu sangat normatif. Buktinya, kita masih bayar," cuit Darwan kepada awak media, Jum'at (24/6).

Darwan pun menjelaskan upaya penangguhan pembayaran yang terjadi pada 2020 lalu, lantaran Titan berusaha mengikuti kebijakan relaksasi kredit yang ditawarkan pemerintah. Dirinya pun menegaskan upaya restrukturisasi kredit yang disodorkan Titan tersebut sebagai hak yang dimiliki pelaku usaha di Indonesia.

"Pemerintah - OJK memberikan relaksasi. Kami coba ikuti (relaksasi kredit)," ungkap dia.

Saat ini, Titan terus berupaya mengajukan proses restrukturisasi pembayaran utang kepada kreditur, termasuk kepada Bank Mandiri.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anggota TNI Penendang Aremania Diproses Hukum

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:30 WIB
X