• Kamis, 11 Agustus 2022

Lewat Lembaga Survei Abal-abal, Oligarki Menangkan Capres Tak Berprestasi

- Rabu, 29 Juni 2022 | 13:12 WIB
Ilustrasi Pilpres
Ilustrasi Pilpres

HARIANTERBIT.com - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, saat ini sejumlah lembaga survei yang tidak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan mereka dibiayai oleh oligarki. Tidak heran dalam survei-nya membentuk opini masyarakat agar mendukung capres-cawapres yang diusungnya padahal tidak ada prestasinya.

"Sekarang ada sejumlah lembaga survei yang tak terdaftar di KPU dan dibayar oleh oligarki untuk memenangkan calon yang tak berprestasi," ujar Jerry Massie kepada Harian Terbit, Selasa (28/6/2022).

Jerry mengungkapkan, saat ini hanya ada 40 lembaga survei yang terdaftar di KPU. Oleh karena itu KPU diminta untuk menertibkan lembaga survei yang abal-abal tak terdaftar resmi di KPU. Selain itu terhadap lembaga survei yang abal-abal juga harus diaudit sumber dana mereka. Karena bisa saja ada penyuapan dan money laundering.

Baca Juga: Mahasiswa Geruduk DPR, RKUHP Merugikan Rakyat, Bungkam Suara-suara Kritis

"Jangan sampai ada lembaga survei yang kredibel dirusak lembaga survei yang tak ada legal standingnya. Takutnya ada kelompok oligarki yang memanfaatkan hal tersebut untuk menaikan branding capres tertentu," paparnya.

Jerry meminta agar masyarakat tidak mempercayai hasil survei dari lembaga yang tidak kredible dan tidak terdaftar di KPU. "Gunakanlah lembaga survei yang resmi. Dan penting juga aliran dana di buka seperti di Amerika biar kita tahu siapa pendana survei tersebut. Takutnya ada dana asing yang tak di ketahui," tambahnya.

Terkait Survei Polmatrix yang merilis adanya penurunan elektabilitas Partai Nasdem hingga di bawah ambang batas parlemen, usai mengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Jerry menilai, survei yang dilakukan Polmatrix mengada-ada hasil kepuasan. "Saya pun baru dengar lembaga survei ini," ucapnya.

Bahaya Laten

Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, lembaga survei dan narasi yang menyudutkan Anies tersebut adalah rangkaian dari sebuah gerakan politik yang disebut Post Truth, yakni era di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Caranya dengan memainkan emosi dan perasaan masyarakat. Dengan menggiring hal-hal jelek atau negatif terhadap Anies.

"Bahaya post truth adalah kita jadi susah membedakan mana informasi yang benar, dan mana yang tidak benar, tujuannya memang untuk mengaburkan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Survei: Prabowo Mengungguli Ganjar dan Anies

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:52 WIB

RAS Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dijerat Pasal TPPU

Kamis, 11 Agustus 2022 | 01:45 WIB
X